TRANSFORMASINEWS.COM, BANDAR JAYA-LAHAT. Sumsel, jurnalsumatra.com – Diduga Tender Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017 pada Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat dan Lanjutan Gedung Diknas tahap III kab Lahat , terindikasi dengan nuansa korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).
Beberapa orang rekanan menuding, Pokja ULP Lahat telah melakukan kolusi yang diyakini ada petunjuk pejabat di lingkungan Pemkab Lahat, untuk mengarahkan paket proyek kepada rekanan tertentu.
Akibat permainan curang Pokja ULP Lahat tersebut, evaluasi dan pengumuman pemenang tender proyek pekerjaan lanjutan Pembangunan TRRK , Pembuatan Pargola, Renovasi Berat Gedung dan pembangunan Lanjutan Gedung diknas tahap III ditunda.
Sehingga para rekanan di Kabupaten Lahat , mencium aroma busuk kinerja Pokja ULP. Alhasil, beberapa orang rekanan akan melakukan aksi demontrasi melaporkan kinerja Pokja ULP, Senen (3/7/2017).
Pantauan media dipersiapan aksi , rekanan sudah menyiapkan spanduk dan poster yang bertulis diantaranya, “Tender di ULP Lahat terindikasi diarahkan,.
“Evaluasi penawaran hanya formalitas, pemenang tender ULP Lahat sudah diarahkan, kami menolak diam”. Demikian antara lain isi poster dan sepanduk yang akan diarak dalam aksi demontrasi tersebut.
Firdaus Alamsyah , kontraktor sekaligus Direktur Cv. Tunas Inatan Permata kepada Media mengatakan, perbuatan Pokja ULP didalam pelaksanaan tender proyek, secara kasat mata terlihat sejak awalnya telah nampak niatnya akan mengarahkan paket-paket proyek Pembuatan Pargola, Rehab Berat Gedung Kantor, Lanjutan Pembangunan pagar TRRK dan Lanjutan pembangunan gedung Diknas Tahap III , sesuai dengan arahan pimpinan mereka.
“Mulai dari awal sebelum pengumuman penundaan pengmuman pemenang,” sudah tercium bau busuk kong kalikong kepala Dinas dan Pokja ULP ujar Firdaus .
Permainan kotor Pokja ULP Lahat yang bernuansa KKN ini, sambung Firdaus , “tidak akan kami biarkan begitu saja. Nanti setelah pengumuman pemenang tender, kami akan melaporkan/mengadukan perbuatan Pokja ULP ini kepada instansi terkait dan aparat penegak hukum, agar diberikan sanksi tegas terhadap panitia tender proyek Dak Pariwisata dan Lanjutan Kantor Diknas POKJA ULP Lahat dan pemenangnya dibatalkan,” tegas Firdaus .
Kontraktor lainnya, Suroto direktur CV. Putra Kanaya, juga mempertanyakan kinerja Pokja ULP. Dikatakannya, kinerja Pokja ULP sudah jelas bernuansa KKN.
“Panitia sepertinya sengaja melakukan penundaan pengumuman pemenang tender proyek untuk cari aman dan beberapa hari yang lalu saya dapat kabar dari o Pokja ULP Lahat Maruli tender proyek di Dinas Pariwisata Lahat sudah ada pemilik alias pengantinya . “dak usah di meloki kak, paket itu (Proyek Pariwisata Red) sudah ada titipan dari kepala dinas ungkap Maruli .
Sumber: Jurnalsumatra (relis Firdaus Alamsyah Gumay)
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi