DISINYALIR KANTOR DISPERDAG SUMSEL MENJADI POSKO TIMSES CALON BUPATI BANYUASIN

ilustrasi times pilkada/net


TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG
. Menjelang Pilbup Banyuasin tahun 2018, beberapa orang calon yang mencalonkan diri menjadi Bupati Banyuasin mengambil ancang –ancang memperkenalkan diri ke masyarakat Banyuasin. Salah satu orang yang berminat menjadi calon Bupati Banyuasin adalah Kadis Perdag Sumsel “AY”.

“AY” dalam beberapa kesempatan yang lalu sering di gadangkan oleh Kepala Daerah Sumsel menjadi salah satu calon kandidat Bupati Banyuasin setelah kegagalan “AY”menjadi PJ Bupati Musi Banyuasin yang lalu.

Dukungan ini menjadi motivasi “AY” untuk intensive melakukan sosialisasi ke masyarakat Banyuasin tentang pencalonan dirinya.

Hal ini tidak menjadi perihal yang di permasalahkan karena merupakan hak azazi seseorang namun menjadi suatu masalah bila menggunakan pasilitas Negara dan personil negara dalam rangka sosialisasi program pemenangan Pilkada.

Terlihat adanya kesibukan yang tidak lazim di Kantor Disperdag Sumsel yang disinyalir dalam rangka mendukung “AY” mencalonkan diri menjadi Bupati Banyuasin.

Ketika hal ini di konfirmasikan kepada salah seorang yang mengetahui pencalonan “AY” di dapat jawaban, “memang beliau terlihat begitu antusias mencalonkan diri menjadi Bupati Banyuasin”, ujar sumber yang tidak ingin di sebutkan namanya tersebut.

Program sosialisasi beliau dengan penjualan sembako murah di beberapa lokasi di Banyuasin yang dilakukan staff Disperdag Sumsel, ujarnya kembali. “terlihat dari kesibukan dan rapat – rapat di kantor Disperdag Sumsel setelah jam kerja berakhir, ujarnya selanjutnya.

Menurut sumber tersebut juga, “sikap emosional “AY” menjadi masalah bagi staff Disperdag Sumsel dan menjadikan suasana kinerja di Disperdag Sumsel kurang kondusif.

“Kalau kurang berkenan dengan ke inginanya, beliau melakukan hal yang kurang berkenan seperti menendang barang yang ada di kantor Disperdag Sumsel, ujar sumber yang tidak ingin di sebutkan namanya tersebut.

Kejadian yang lalu menjelaskan tentang sikap emosional “AY” kepada bawahan di kantor BPMD Sumsel namun persoalannya tidak sampai ke jalur hukum karena di selesaikan secara kekeluargaan.

Kala itu disinyalir salah seorang outsourching di BPMD Sumsel menjadi korban kekerasan “AY” karena kurang berkenan dengan keinginannya.

Seyogianya saat menjelang Lebaran Disperdag Sumsel melakukan operasi pasar dan menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok menjelang lebaran dalam rangka Tupoksi Disperdag Sumsel.

Yang menjadi kekhawatiran masyarakat dengan keinginan “AY”menjadi Bupati Banyuasin adalah kurang control dan pengawasan Disperdag sumsel terhadap produk Impor yang tidak layak pakai dan berbahaya untuk keselamatan umum.

Laporan: Tim Redaksi

Editor: Amrizal Ar

Posted by: Admin Transformasinews.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016