
Kepala Perum Bulog Sub Divre OKU, Junaidi Hanafiah.
TRANSFORMASINEWS.COM, BATURAJA. Bawang putih negeri tirai bambu (Cina), menjadi pilihan bagi Perum Bulog Sub Divre Ogan Konering Ulu (OKU), untuk diimpor guna mengantisipasi lonjakan harga komoditi bumbu dapur jenis ini di pasaran. Bawang putih dari Cina, dinilai mempunyai kualitas yang baik dan murah.
Demikian disampaikan Kepala Perum Bulog Sub Divre OKU, Junaidi Hanafiah Jumat (02/06). Menurut Junaidi, bawang impor dari China dapat dijual dipasar-pasar tradisional Baturaja, hanya berkisaran Rp.38.000 perkilogram (kg). Berbeda jauh dengan bawang yang dijual pedagang yang mencapai Rp.50.000 perkg.
“Lagian bawang putih produk petani lokal, kecil-kecil dan tidak bisa bersaing. lain dengan yang dari Cina, bawang putihnya besar-besar dan bersih-bersih serta harganya murah. Tapi untuk bawang merah produk kita masih unggul dibanding yang lain,” kata Junaidi.
Sambungnya, saat ini Bulog sudah memesan 2 ton bawang putih dari Cina untuk dijual di OKU. “Kita sudah pesan 2 ton bawang putih, tapi baru kita ambil 750 kilogram. Nanti akan kita ambil lagi sisanya,” terangnya.
Kebijakan impor juga dilakukan untuk memasok daging sapi dari Australia. Daging asal negeri Kanguru tersebut akan dijual Bulog seharga Rp.80.000 perkg, berbeda dengan sapi lokal yang terus merangkak naik selama Ramadhan ini capai angka Rp.120.000 perkg.
“Kita bukan menyaingi harga pasar, kita hanya melakukan cara bagaimana agar harga di pasar stabil. Bukan menyaingi ya,” pungksnya.
Sumber:Fornews.co
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi