Media [dan wartawan] lalu seperti menunjukkan dengan terang-terangan, agenda politik dan kepentingan redaksi mereka dan untuk siapa mereka “bekerja”, yang sejauh ini tidak banyak atau jarang diketahui oleh publik pembaca dan pemirsa. Dan sebab agenda dan kepentingan politik redaksi semacam itu, fakta bisa [diubah] menjadi opini, opini bisa [diubah] menjadi fakta.
Tentu, redaksi-redaksi media itu bisa berdalil bahwa kepentingan politik media adalah sesuatu yang wajar, tidak bisa terhindarkan, dan bisa dibenarkan sepanjang dilakukan independen; tapi andai ada prinsip semacam itu, lantas alat ukur apa, dan siapa yang bisa mengukur independensi mereka? Dan tidakkah dengan prinsip semacam itu, berita media kemudian lebih mirip pamflet, atau semacam selebaran iklan jasa pasang antena TV yang ditempelkan di tembok-tembok gang?
Pertanyaan itu penting, karena harapan publik agar media [dan wartawan] menjadi “watch dog” atau anjing penjaga, dan berpihak kepada kepentingan publik mestinya adalah pertaruhan yang seharusnya diperjuangkan oleh media dan wartawan. Tidakkah dulu, ketika kasus lumpur Lapindo muncul pertengahan 2006, sebuah koran besar dan ternama di Indonesia bahkan menulisnya sebagai lumpur Sidoarjo, dan kemudian redaksi mereka juga berkoar-koar bahwa mereka independen?
Maka, membaca judul kepala berita Kompas dan Sindo pada Jumat lalu, saya hanya teringat pada pernyataan Petrus Kanisius Ojong [Auw Jong Peng Koen] alias P.K. Ojong, pendiri koran Kompas. Dalam sebuah kesempatan, Ojong jelas dan terang menyatakan, “Secara intituitif setiap orang merasakan bahwa tugas utama pers adalah mengontrol dan kalau perlu mengecam pemerintah. Wartawan jangan sekali-sekali meminta dan menerima fasilitas dari pejabat. Sekali hal itu terjadi, ia tidak bebas lagi menghadapi pejabat itu dalam profesinya. Tugas pers bukanlah untuk menjilat penguasa tapi untuk mengkritik yang sedang berkuasa.”
Seandainya masih hidup, entah apa kata Ojong melihat media dan terutama koran yang dia dirikan, kini mulai berubah.
NB: Sebagai tambahan. Pada Jumat (6/11) 4 koran dengan masing-masing judul headline.
– Kompas: “Perekonomian Mulai Membaik”.
– Koran SINDO: “Ekonomi Lesu, Pengangguran Melonjak”
– Bisnis Indonesia: “Perlambatan Belanja: Pertumbuhan Belum Optimal”
– Koran Jakarta: “Pengangguran Naik Sinyal Ekonomi sedang Bermasalah”
Sumber: POSMETRO INFO [ppy]
Posted by: Admin
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA