BUILT OVER TAKE (BOT) PALEMBANG SPORT CONVENTION CENTRE BERMASALAH

PSCC PALEMBANG
Foto:RadarPalembang/Net

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Sport Convention Center (PSCC) berupa town square, hotel, dan renovasi hotel dengan nilai investasi Rp127 miliar. Keberadaan GOR sebenarnya tidak menjadi beban Pemprov Sumsel karena setiap tahun hanya butuh anggaran Rp. 226 juta untuk operasional dan perawatan serta dibantu pendapatan sewa Rp 66 juta per tahun sehingga tidak terlalu membebani APBD Sumsel.

 Dengan alasan yang kurang rasionil maka Pemprov bekerjasama dengan PT GISI dengan sistem BOT membangun Town Square, hotel dan renovasi GOR dengan investasi pembangunan Rp 127 miliar lebih dengan kesepakatan dan catatan tidak merubah fungsi GOR dengan daya tampung 5000 orang, memperhatikan lingkungan dan ruang terbuka hijau dan tidak menggusur pedagang nasi goreng.

Gubernur Sumsel pernah menjelaskan konstribusi tahun pertama Rp. 365 juta lebih untuk kas daerah (PAD) dan akan terus meningkat diakhir tahun perjanjian sehingga akan mendapat Rp. 994 juta dengan akumulasi Rp. 18,7 miliar sampai habis masa BOT. Namun apakah sewa bangun tersebut masuk ke Kas daerah atau tidak, Kabag keuangan dan PPKAD Sumsel “ Laona Pasindak Tobing “ lah yang tahu karena ketidak transparanan PAD Pemprov Sumsel terhadap sumber PAD Sumsel.

 Wakil Ketua DPRD Drs KH Iqbal Romzi kala itu mengatakan, pertemuan dengan gubernur bisa mencairkan suasana. “Kini ingin semua tetap berada di jalurnya dan sukses dari aspek yuridis. Kita melihat Pak Gubernur memang sibuk memperjuangkan Sumsel agar berhasil pelaksanaan SEA Games, karena kita minta agar ditunjuk seseorang untuk menjalin komunikasi dengan DPRD. Artinya, tidak perlu gubernur memberikan penjelasan,” katanya.

Komentar yang sama juga dikatakan Nurwati dari Fraksi Demokrat dan anggota DPRD Sumsel lainnya seperti Karta, Edwar Jaya dan Arudji. “Selama ini memang belum ada komunikasi sehingga saat ada warga bertanya, kami tidak bisa jawab. Sekarang semua jelas dan perlu ada media komunikasi seperti ini karena benang merahnya soal komunikasi,” kata Karta.

Beberapa anggota DPRD Sumsel yang kala itu bersuara lantang di media dan mengusung hak interpelasi, memilih untuk diam. Uang menjadi alat untuk mendiamkan wakil rakyat yang bersuara lantang untuk kepentingan masyarakat sunyi senyap tanpa suara.

 Pernyataan Gubernur Sumsel mengenai konstribusi tahun pertama Rp. 365 juta lebih untuk kas daerah (PAD) dan akan terus meningkat diakhir tahun perjanjian sehingga akan mendapat Rp. 994 juta dengan akumulasi Rp. 18,7 miliar sampai habis masa BOT dan wan prestasi PT Gisi yang tidak membangun hotelbertaraf international serta pengambilalihan lahanparkiroleh PT Gisi pernah di suarakan wakil rakyat.

Sumber:Transformasi(Boni/Feri )

Editor: Amrizal Aroni

Posted by: Admin Transformasinews.com