Richard Cahyadi Diduga Melarang staff Sholat Jum’at “Saya Tanggung Dosanya”

Aset tidak Jelas, Pj Bupati OKU Timur Marah
Penjabat Bupati (Pj) OKU Timur Richard Chahyadi marah dan menghentikan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aset bergerak seluruh SKPD di Kabupaten OKU Timur, Kamis (27/8/2015) sekitar pukul 09.00. fOTO:SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG.  PJ. Bupati Oku Timur Richard Cahyadi nampaknya terus diterpa issu kurang sedap mulai saat menjabat camat di Muba sampai menjadi Penjabat Bupati Oku Timur, ini dikemukakan ketua Gabungan Lembaga Kontrol Sosial (DPP.GLKS-SUMSEL) terdiri dari 13 LSM Sumsel  yang menandatangani sejumlah 9 lembaga sedangkan Fanani Afattah selaku ketua DPP-GKLS Sumsel. Sebagaimana tertera pada surat laporan Pengaduan  dengan Nomor:251/B?DPP.FGLKS.PST/X/2015, tertanggal.22 Oktober 2015 disampaikan kepada Bapak.Ir.Joko Widodo Presiden RI, Ketua DPR-RI, Mendagri, KPK, Kapolri, Kejaksaan Agung, Menpan RI dan termasuk ditembuskan ke  Alex Noerdin juga sejumlah pejabat Sumsel lainya termasum Media, adapun laporan yang disampaikan sebagai berikut:

-Kasus waktu Richard Cahyadi dari Camat Keluang Mutasi ke Banyu Lincir Camat Banyu Lincir sebagai Kepala Wilayah Kecamatan harusnya Netral. Ketika Pilkada Camat Banyu Lincir ketika itu, Richard Cahyadi berpihak pada salah satu kandidat maka di buang Pak Pahri.

-Dan Richard Cahyadi dari Kabupaten Musi Banyuasin, Richard Cahyadi beralih tugas di Provinsi Sumsel pada Biro Humas Protokol dan ada dana hibah tahun 2013. Untuk wartawan Rp. 8 Milyar dan dana tersebut dibagikan pada 9 wartawan Rp. 5 Milyar. Dan dikemanakah Rp 3 Milyar dan ini sudah sampai di Kejaksaan Agung tapi belum jelas hasilnya. Apa tersangka, terdakwa, terpidana atau SP3 tidak jelas. Dan proses ini 7 pejabat Provinsi diperiksa Kejagung atas laporan Gerkindo Gerakan Kawal Indonesia. Tim investigasi A1 Wil Sumsel Rustan terindikasi 1. Richard Cahyadi, 2. Irene Camalin Sinaga, 3. Drs. Apriadi, 4. Leoma Pasindah Lomban Tobing dan dua pejabat lain secara marathon. Baca berita terkait dengan judul: Kejaksaan Agung Keluarkan Sprindik Diduga Akan Periksa 7 Pejabat Pemprov. Sumsel

-Tahun 2013 dana hibah Biro Kesra Kepala Biro Richard Cahyadi, SP, M.Si untuk bantuan dana masjid sebesar Rp. 2,7 Milyar atas temuan BPK RI diduga dianggap fiktif, maka Pemda Provinsi didemo puluhan orang dari SPY Corruption Watch Indonesia (CSI) menggelar unjuk rasa ke Kejati Sumsel, melaporkan indikasi korupsi sangat luar biasa di bumi Sumsel pada tanggal 9 April 2015, dianggap merampok uang rakyat dan uang negara di Biro Kesra Provinsi Sumsel. Ironisnya anggaran tersebut fiktif dan waktu itu dilakukan diduga oleh Robby Indri Arta yang melakukan demo, koordinator lapangan oleh Sukma Hidayat dan kami berharap pada KPK, Jaksa Agung dan Kapolri untuk dapat membuka kasus ini ke Publik, karena itu sangat menyakiti hati umat beragama (Islam) untuk rumah ibadah berani diduga untuk dikorupsikan.

-Tahun 2015 Richard Cahyadi menjadi Kaban Kesbang Propinsi Sumatera Selatan, sejak Januari 2015. Richard Cahyadi mendapat mobil dinas plat merah berapa buah? Dan plat tersebut diduga dirubah menjadi milik plat pribadi dengan nomor polisi BG 76 RC (Richard Cahyadi) dan ini terang-terangan memalsukan plat BG pemerintah dengan niat sengaja ingin menguasai barang benda milik negara dengan memalsukan plat BG merah tersebut serta digunakan untuk gagah-gagahan, dan ini jelas melakukan pelanggaran oleh seorang pejabat negara.

-Pada tanggal 11 Agustus 2015 Richard Cahyadi dengan sangat berani merumahkan pekerja honor sebanyak 19 orang, yang bekerja sejak tahun 2007 dengan cara begitu saja diduga tanpa ada alasan yang jelas, apa teguran lisan, tertulis, tidak puas, berat. Dengan kearoganannya yang sampai hari ini tidak ada kejelasan dari Kaban Kesbang Richard Cahyadi dan Plt Herdi Apriansyah, Cs. Ternyata Kaban Kesbangpol Sumatera Selatan Richard Cahyadi sudah menyusun strategi terencana menerima honor baru sebanyak 10 orang yang tetap aktif di Kesbangpol SS, diduga menciptakan KKN memasukan kroni dan juga ada gratifikasi, maka kami meminta keadilan dan kenapa pegawai yang dirumahkan sebanyak 19 orang di ancam dan diintimidasi, intervensi tidak boleh masuk kantor. Ternyata ia tetap menerima honor baru.

-Pada tanggal 12 Agustus 2015, bidang I Fitriana mengadakan jelajah nusantara ke Lombok Timur sebanyak 25 orang yang berangkat 24 orang, menginap di Hotel Jayakarta Sengigi Lombok Timur dengan dana ± Rp.250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan setiap peserta sebanyak 24 orang mendapat SPJ Perorangan Rp. 7.080.000,- (tujuh juta delapan puluh ribu rupiah) dan ini hanya tanpa tangan saja dan mendapatkan baju seragam batik 1 stwl dengan harga per stel Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) maka jumlahnya Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), berarti diduga mark up harga dan juga ada penumpang gelap ternyata adik kandung Richard Cahyadi sendiri yang dimasukkan secara diam-diam honor di Kesbangpol Sumsel, nama adik kandung Richard Cahyadi Puji Diana Sari.

-Pada tanggal 14 Agustus 2015 hari Jum’at rapat staf di Kesbangpol Kasubdit Kabid dan PPTK di duga dipaksa untuk mengumpulkan dana GU dan dipegang bendaharawan untuk kegiatan PPTK, dipaksa untuk disetorkan kepada Richard Cahyadi. Dan ada dana rehab bangunan gedung Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah). Tapi Kaban Kesbangpol Sumsel masih meminta kepada PPTK 5 orang, 1 orang Rp. 16.000.000,- ­(enam betas juta rupiah), berarti jelas-jelas uang Rp. 80.000.000,- (detapan puluh juta rupiah) dikemanakan?

-Pada tanggal 19 Agustus 2015, PPTK Kamaluddin yang senior dipanggil Kaban Kesbangpol Sumsel keruangan, terkait dengan biaya kegiatan Rp. 550.000.000 (lima ratus lima puluh juta rupiah) diduga dipotong Richard Cahyadi Rp. 100.000.000, (seratus juta rupiah), maka hampir terjadi insiden pemukulan oleh Richard Cahyadi terhadap Kamaluddin di ruangan Richard Cahyadi.

-Pada tanggal 21 Agustus 2015, pada hari jum’at Kaban Kesbangpol Sumsel Richard Cahyadi mengadakan rapat staf dengan Kabid, Kasubdit, PPTK. Maka pada hari itu seluruh yang hadir di ruangan diduga tidak dibolehkan oleh Richard cahyadi untuk melaksanakan sholat Jum’at di masjid dan dengan alasan biar saya sendiri yang menanggung dosanya kata Richard Cahyadi selaku Kaban Kesbangpol Sumsel.

-Pada tanggal 25 Agustus 2015, Richard Cahyadi dilantik menjadi Bupati Kab. OKU Timur. Pada tanggal 27 Agustus 2015, Richard Cahyadi Plt. Bupati OKU Timor melaksanakan tugas Sidak kesana kemari Dinas dan Instansi sampai ke Kecamatan, diduga meminta dikatakan bersih, tegas, disiplin, cari sensasi, memperkenalkan diri dan diduga untuk mencari komisi, upeti dengan cara mutasi pegawai. Sedangkan tugas yang diberikan untuk melaksanakan dan mensukseskan pilkada, belum mengarah dan takut menimbulkan masalah ketika menjelang pitkada.

-Pada tanggal 1 Oktober 2015, momentum Hari Kesaktian Pancasila pejabat Bupati OKU Timor Richard Cahyadi membacakan teks Pancasila di depan Muspida PNS OKU Timur, Pelajar, Pemuka agama, Masyarakat disaksikan ribuan orang baca teks Pancasila, dasar negara dibaca hanya sila 1, 2, 4 dan 5 sila ke-3 tidak dibacakan, mungkin unsur sengaja perlu dipertanyakan, pejabat negara, abdi negara tidak disiplin bagi dia sendiri dan pura-pura disiplin bagi orang lain. Penuh sorak poranda dan tepuk tangan dari seluruh peserta yang hadir menegur Plt. Bupati bahwa teks Pancasila yang dibaca salah dengan berteriak dan tepuk tangan. Coba diperiksa penegak hukum ini merusak tatanan negara kita katanya Richard Cahyadi lulusan STPDN memalukan almamater, lembaga, Pak Gubernur dan ini merupakan suatu pelecehan, pelanggaran terhadap publik diduga dengan unsur kesengajaan untuk merubah dasar negara kita Pancasila. Baca Berita terkait dengan judul: Richard Cahyadi Penjabat Bupati Oku Timur Permalukan Diri Sendiri

-Pada tanggal 13 Oktober 2015, sudah menunjukkan gigi, diduga kemungkin cari upeti, komisi, fee mengadakan mutasi 77 orang pegawai Pemkab. OKU Timur termasuk 15 Camat dan Kepala-kepada Dinas dari Eselon 2, 3 dan 4 dan diduga ini ada kepentingan pribadi atau kepentingan politik, mungkin juga Richard Cahyadi meminta gratifikasi pada setiap 77 orang yang menduduki jabatan baru. Diduga per orang yang mendapat jabatan memberikan uang pelicin ±Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Baca juga berita terkait dengan judul:  Penjabat Bupati Ganti 77 Pejabat OKU Timur Menjelang Pilkada

Diduga dan diperkirakan kegiatan di Kesbangpol Sumsel tahun 2015 melalui PPTK sebanyak 30 kegiatan dengan 19 orang PPTK, dan setiap kegiatan itu diduga dipaksa oleh Kaban Kesbang untuk memberikan uang kepada Kaban Kesbangpol sumsel sebagai kuasa pengguna anggaran dari 20%-30% dan memotong duluan sebelum kegiatan berjalan. Dan diduga uang biaya perjalanan dinas tahun 2015 di Kesbangpol Sumsel Provinsi/Kabupaten/Kota banyak diduga fiktif sampai milyaran rupiah.

Ini dapat dicek, diperiksa mereka berjalan kemana, berapa hari dengan dana berapa? dan berapa orang yang berangkat?. Kadang-kadang yang, berangkat 5 orang, 3 orang tidak berangkat hanya tanda tangan dan dikasih uang Rp. 100.000,- yang lainnya fiktif. Biaya operasional kantor Kesbangpol Sumsel diduga fiktif atau mark up sampai milyaran rupiah.

Ketika dikonfirmasi melalui Telepon oleh wartawan transformasinews.com, Fanani Afattah menegaskan atas nama Gabungan Lembaga Kontrol Sosial (GLKS) meminta pada lembaga instansi penegak hukum, KPK, Kejagung, Kapolri untuk mengusut kasus tersebut diatas segera mengadakan penyelidikan dan penindakan, bahwa diduga Richard Cahyadi Kaban Kesbangpol Sumsel yang sekarang menjabat Plt. Bupati Kab. OKU Timur terkesan kebal hukum,  arogan, barangkali ada titipan. Bahwa hukum adalah Panglima bahwa hukum tidak boleh kalah dengan Koruptor.

Apabila yang disampaikan oleh Fanani Afattah benar adanya,  maka  Gubernur perlu mengadakan pemanggilan terhadap Richard Cahyadi karna secara norma Agama dan etika sudah melanggar hak yang paling hakiki dari seorang umat manusia untuk menjalankan Ibadah yang diperintahkan oleh  ALLAH  untuk menjalankan Sholat.

Sementara Penjabat Bupati Oku Timur Richard Cahyadi saat dihubungi melalui Hp.08127151xxx dan 08117101xxx tidak aktif dan melalui SMS masuk namun tidak ada jawaban konfirmasi sampai berita di Posting belum bisa dibubungan. Berita Bersambung….

Wartawan: Amrizal Aroni

Sumber:DPP.GLKS/Transformasi

Editor: A.Aroni

Posted by: Amrizal Aroni