
TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno. Kader Partai Golkar itu diduga menerima suap terkait proyek infrastruktur di Pemerintahan Kota Tegal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang itu disinyalir terkait sejumlah proyek infrastruktur yang di antaranya soal pembangunan jalan kabupaten, terminal, hingga rumah sakit.
Uang diduga suap itu diserahkan dari seorang pengusaha bus di wilayah Tegal.
Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan pihaknya telah melakukan OTT terhadap salah satu kepala daerah di Jawa Tengah tersebut. Agus menyatakan bakal menyampaikan informasi secara rinci terkait operasi senyap sore tadi.
“Betul ada OTT di Jateng (Tegal, Jawa Tengah). Tunggu konferensi pers besok,” tuturnya.
Siti Mashita ditangkap petang tadi di rumah dinasnya sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam operasi tersebut, tim KPK juga turut mengamankan sejumlah tas yang berisi uang.
Saat ini, tim satgas KPK tengah membawa Siti Masitha ke Gedung KPK, Jakarta. Tim juga masih melakukan pengejaran terhadap pihak swasta yang diduga memberikan suap.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memastikan Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno hari ini terjerat operasi tangkap tangan.
“Betul ada OTT di Jateng,” kata Agus lewat pesan singkat.
Namun Agus belum mau merinci kasus yang terkait OTT tersebut. Menurut dia, hasil operasi senyap hari ini bakal dibeberkan esok. “Tunggu konferensi pers besok,” ujarnya.
Siti Mashita ditangkap petang tadi di rumah dinasnya sekitar pukul 18.00 WIB. Dia diduga menerima uang suap dari seorang pengusaha di Kota Tegal.
Uang yang diduga suap untuk politikus Partai Golkar itu disinyalir terkait proyek infrastruktur dan perizinan di lingkungan Pemerintahan Kota Tegal, Jawa Tengah.
Saat ini, tim satgas KPK tengah membawa Siti Masitha ke Gedung KPK, Jakarta.
Siti Masitha merupakan kader Partai Golkar. Perempuan yang akrab disapa Bunda Sitha itu, merupakan Wali Kota terpilih pada 2013 silam.
