Percha mendengarkan Keluhan Masyarakat Buruknya Pelayanan Birokrasi

percha road showTRANSFORMASINEWS, BATURAJA. Masyarakat perkotaan mengeluhkan buruknya pelayanan birokrasi khususnya di bidang kesehatan, penyaluran beras miskin, penanganan sampah dan sarana air bersih.  Selain itu juga dikeluhkan buruknya pelayanan PLN karena sering mati tanpa pemberitahuan dan juga tiadanya peluang pekerjaan bagi pencari kerja.
Hal ini terkemuka di dalam kunjungan Percha Leanpuri yang mengunjungi kota Baturaja dalam dialog dalam rangka menjaring aspirasi dan ingin mengetahui kebutuhan masyarakat kota.
Sebagaimana diketahui, Percha merupakan anggota DPD/MPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang mewakili masyarakat Sumsel yang mengunjungi seluruh desa dan kelurahan di sela-sela masa reses.
Di dalam kunjungannya ke 12 kelurahan dan desa di Baturaja Timur, sejumlah masyarakat mengeluhkan lemahnya layanan birokrasi terutama pelayanan kesehatan.  Seorang warga mengatakan bahwa sikap pegawai negeri sipil di RS Ibnu Sutowo jauh dari kesan menyenangkan. “Mereka tidak ada empati dan kadang kala melayani ngobrol dan makan duku,” keluh seorang ibu muda yang pernah mengalami sendiri kejadian tersebut.
Sementara di Desa Air Paoh, Percha mendapatkan masukan betapa sulitnya mencari pekerjaan di kota ini dan juga tiadanya akses memperoleh dana untuk berusaha. “Lowongan kebanyakan diisi oleh mereka yang kenal saja,” katanya. Hal senada diutarakan warga Pasar Baru dan Kemala Raja.  Sebagian warga yang bekerja sebagai pemulung dan buruh bangunan mengutarakan bahwa kemiskinan yang melanda telah berlangsung lama tanpa ada solusi dan sentuhan dari pemerintah.
Di Desa Terusan, sebagian yang hadir dalam pertemuan adalah ibu-ibu dikarenakan para lelaki sedang bekerja sebagai buruh bangunan dan bekerja serabutan. “Kami ibu-ibu juga butuh pekerjaan.  Kalau ibu nanti jadi pemimpin di daerah ini, tolonglah kami diberi pekerjaan.  Selama ini banyak di antara ibu-ibu bekerja sebagai tukang pupuk di perusahaan perkebunan,” kata warga lainnya.
Di Desa Tanjung Kemala, salah seorang tokoh masyarakat menyebutkan perlu penataan kota yang lebih baik ke depannya.  Mulai dari pengelolaan sampah, penataan pasar, pemanfaatan sarana yang dibangun pemerintah, hingga penanganan parkir liar dan terminal bayangan perlu mendapatkan perhatian. “Jangan sampai kota ini seperti tidak ada pemerintahannya,” kata Burman yang juga anggota salah satu partai politik.  Dia juga menyebutkan, pemungutan uang yang tak resmi masuk ke kas Pemda juga merupakan cerminan premanisme.
Sementara di Desa Kemalaraja, salah seorang warga berkeinginan mendirikan organisasi Front Pembela Islam karena kerprihatinan terhadap banyakannya anak muda terlibat dalam pergaulan bebas. “Karena kemiskinan banyak wanita muda yang terjerumus di dalam praktek maksiat di kota ini,” kata Burhan.
Dari Perumahan Arales, warga yang berkumpul lebih dari 200 orang mengusulkan agar Terminal Batu Kuning dan Pasar Induk Batu Kuning cepat difungsikan agar dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan.  “Kami bisa jualan di pasar dan terminal apabila sudah difungsikan,” kata warga di sana.
Sebagaimana diketahui kunjungan Percha Leanpuri telah menyelesaikan silaturahminya ke seluruh desa dan keluruhan di Kabupaten OKU yang berjumlah 157 desa dan kelurahan.  Kunjungan ini telah berlangsung sejak September 2014 lalu mulai dari ujung di Ulu Ogan dan berakhir di tengah kota Baturaja.
Dari kunjungan yang sangat melelahkan tersebut Percha semakin yakin dan mantap bahwa pembangunan di Kabupaten OKU memerlukan penanganan apabila ingin lebih maju sebagaimana dialami kabupaten tetangga OKU dan OKUS yang merupakan kabupaten hasil pemekaran 11 tahun silam.
OKU Timur sudah menorehkan banyak prestasi baik adipura, peningkatan kesejahteraan, lumbung beras, dan reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan yang telah dirasakan masyarakatnya.  Sedangkan OKU Selatan tahun ini telah berhasil keluar dari klasifikasi sebagai daerah tertinggal.
Percha mengatakan, butuh tenaga dan pikiran yang besar, untuk membawa OKU Bangkit.  Untuk itu, sebagai generasi muda, dia merasa memiliki energi dan dorongan yang kuat dari masyarakat untuk mewujudkannya.
Sumber: (okuoke.com)
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016