Kota Muara Enim Mulai Menuai Kritikan

KAJARI MUARA ENIM

ILUSTRASI FOTO STOP KORUPSI/NET

TRANSFORMASINEWS.COM, MUARA ENIM. Kabupaten Muara Enim termasuk juga Salah Satu kabupaten tertua di provinsi Sumatera Selatan. Sekedar Mengingat Kebelakang,Sejarah awalnya terbentuknya Kabupaten Muara Enim yang dulu bernama Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT).

Berawal dari sejarah yang dilakukan oleh panitia Sembilan sebagai realisasi surat Keputusan Bupati Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 20 November 1946, hasil karya panitia tersebut disimpulkan dalam bentuk kertas yang terdiri dari 10 Bab, dangan judul Naskah Hari Jadi Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah dan telah dikukuhkan dengan surat keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah(LIOT)tanggal 14 Juni 1972 No. 47/Deshuk/1972. Dan Tanggal 20 November tersebut kemudian menjadi dasar hari jadi Kabupaten Muara Enim.

Seiring perjalananya berbagai Pembangunan yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) muara enim sampai sekarang(2016_red) ada yang telah mendapat pujian serta Di nilai Masyarakat Berhasil terutama pembukaan jalan Islamic Center Muara Enim pada masa pemerintahan H.Kalammudin Djinab,SH.MH.(Alm) yang Sekarang telah banyak berdiri kantor-kantor pemerintahan yang Besar dan megah.

Namun akhir-Akhir ini pembangunan Ala muara enim mulai menimbulkan Kritikan dan pertanyaan dari Masyarakat,Lantaran Minim Sekali Perubahan Atau di anggap STAGNAN,Salah Satunya kritikan dari Penggiat Anti korupsi,Toko Muda Sekaligus Ketua Umum Perserikatan LSM/OKP(PLO) Kabupaten Muara Enim.

Alfrian Addini Sabtu 08/10/16.Menurut Bung Dini(Sebutan akrab Alfrian Addini) Sangat miris Melihat Pembangunan Kabupaten Muara Enim Sekarang.Tata kota, kemajuan Ekonomi, Kota wisata Serta Kesenjangan Sosial yang masih Tinggi masih menjadi perkerjaan Rumah (PR) yang belum terselesaikan oleh Rezim pemerintah yang Sedang berkuasa Saat ini “Mari Sekarang kita Berbicara Tentang Realita yang terjadi di lapangan,Jangan Banyak Beretrorika Kata Alfrian.

Pemimpin itu harus mampu berpikir dan mengambil kebijakan yang besar, dan pada akhirnya akan menimbulkan perubahan yang besar pula,jangan mengambil posisi amannya saja.

Kritik Alfrian.masih lanjutnya.”Sekarang kita membahas dari suatu sisi dulu, adakah Konsep pembangunan Wisata di Kota Muara Enim? Tanya Alfrian. jangan di sepelekan loh, masyarakat itu butuh Fress Fikiran, dan berwisata itu adalah solusinya, kan Lucu dengarnya jika setiap hari weekend masyarakat kita selalu berpergian ke luar kota, hanya untuk mengajak anak dan keluarga belanja di Mall dan berwisata.

Padahal kita Sepakat lah, Muara Enim ini adalah kabupaten Kaya raya dan Termasuk kabupaten Tertua,di bandingkan dengan kota Prabumulih yang sudah pesat pembangunannya, pada hal dulu (kota Prabumulih_red) Eks wilayah Adminstratif kabupaten muara enim.jelas Alfrian.

Di akhir pembicaraan Alfrian juga mengajak kepada seluruh element masyarakat baik itu Pers,LSM untuk lebih kritis dan memberikan masukan kepada pemerintah untuk kemajuan kita bersama.hal ini tertuang dalam Amanat UUD 1945 pasal 28 (kebebasan berpendapat dan mengeluarkan pikiran) Tutup Alfrian.

Laporan:(denni/budi)

Editor: Amrizal Aroni

Posted by: Admin Transformasinews.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016