Kapolres Way Kanan Minta Maaf dan Mengaku Khilaf

MI/Dwi Apriani

TRANSFORMASINEWS.COM, LAMPUNG. SETELAH mendapat kecaman dari beberapa organisasi profesi wartawan, Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan, meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap melecehkan insan pers.

Selepas memenuhi panggilan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung, Selasa (29/8) siang, Budi menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf di hadapan awak media.

Budi menjelaskan, saat kejadian berlangsung, pencahayaan sangat kurang, sehingga ia meminta wartawan untuk tidak merekam gambar terlebih dulu.

“Memang saya minta, jangan direkam dulu karena gelap. Kan tidak bagus juga nanti hasilnya. Nanti kan saya juga akan kasih statement,” katanya.

Budi membenarkan bahwa rekaman audio yang beredar adalah benar suaranya. Namun, menurutnya, ada beberapa berita yang keliru.

“Saya diberitakan menghina orang-orang Lampung cacingan, padahal saya bilang koran-koran Lampung. Ini kan jadi beda,” katanya.

Budi juga membenarkan ucapannya yang mengatakan kini tak banyak orang menonton berita di televisi. Namun, hal itu telah disepakati untuk tidak dijadikan bahan berita atau off the record.

“Emang tren sekarang orang gak baca koran. Awalnya begitu pembicaraan kami, tapi itu percapakan yang disepakati tidak untuk direkam,” ujarnya.

Budi mengaku khilaf atas ucapannya dan ia bersedia bertanggung jawab atas kesalahannya tersebut. Ia juga mengaku setelah kejadian telah menemui langsung kedua wartawan di kantor Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Way Kanan.

“Saya sudah temui dan saya minta maaf,” katanya.

Sumber: Mediaindonesia (OL-2)

Posted by: Admin Transformasinews.com