Higemura: Tak Perlu Berlebihan Sikapi Tertangkapnya Fuad Amin

7a712afc702743231089511e46a5c8a8_L
Tertangkapnya Ketua DPRD Bangkalan RKH Fuad Amin Imron oleh KPK, Selasa (2/12) pukul 01.00 di kediamannya

TRANSFORMASINEWS, JAKARTA. – Tertangkapnya Ketua DPRD Bangkalan RKH Fuad Amin Imron oleh KPK, Selasa (2/12) pukul 01.00 di kediamannya, Kampung Sak – sak, Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota direspon beragam oleh masyarakat Bangkalan. Salah satunya  KH Imam Buchori Cholil, yang pernah gagal mencalonkan sebagai Bupati Bangkalan itu merespon penangkapan Fuad Amin dengan cara menyembelih seekor sapi di kediamannya, Jalan Halim Perdana Kusuma.

Hal itu dilakukan, karena Imam Buchori beserta pendukung setianya yang disebut sahabat Imam Buchori (sohib) berjanji ketika Fuad Amin kelak ditangkap KPK, akan menyembelih seekor sapi. Menurut Imam, penyembelihan sapi tersebut sebagai simbol penyembelihan kedzaliman di bumi Bangkalan.

Namun, Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (HIGEMURA) Muhlis Ali menyayangkan respon yang dinilai berlebihan yang dilakukan oleh Imam Buchori. Menurut Muhlis, sebaiknya kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan RKH. Fuad Amin Imron, Ketua DPRD Bangkalan yang beberapa hari lalu ditangkap KPK, jangan terlalu euforia dan menganggap sebagai kemenangan. Ada hal lain yang harus dijaga, yaitu stabilitas, keamanan dan perdamaian warga Bangkalan

“Secara khusus KH. Imam Buchori sebagai kerabat dekat (keponakan) Kiai Fuad harusnya tidak perlu melakukan manuver dan gerakan politik yang justru menimbulkan rasa tidak simpatik bagi masyarakat umum,” kata Muhlis kepada Sayangi.com, Kamis (4/12).

Mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu menyarankan, sebagai kerabat dekat, Ra Imam, sapaan akrab Imam Buchori,    sebaiknya lebih menjaga keutuhan keluaga besar Bani Cholil Bangkalan, apalagi Bani Cholil adalah simbol gerakan keagamaan dan patron para kiai di Madura dan khususnya di Bangkalan.

“Ra Imam sebaiknya memberikan tauladan terhadap rakyat Bangkalan, bagaimana cara menghormati saudara yang lebih tua, dan memberikan rasa simpati terhadap saudara di saat mengalami musibah. Kalau tidak bisa mengendalikan diri, itu bukti beliau memiliki ambisi untuk memimpin Bangkalan dan akan tidak baik untuk masa depan Bangkalan,” tandas Muhlis.

Sumber. Sayangi.com