
FOTO ALL DOK: DEMUSI
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi)Sumsel menggelar aksi demontrasi di depan Mapolda Sumsel, Senin (24/7/2017).
Kedatangan puluhan anggota LSM yang beralamat di Jalan Letnan Mukmin, 24 Ilir Palembang ini guna memberikan dukungan langkah Tim Saber Pungli Polda Sumsel, untuk terus mengusut tuntas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Dinas Pendidikan Sumsel.
“Kita minta Polda Sumsel untuk menahan semua oknum pegawaiDisdik, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam praktek pungli sertifikasi guru,” kata Ketua Umum Sumsel, Edward Jaya dalam orasinya.
Dikatakan, pihaknya pun mendesak agar memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MSi, karena patut diduga ada keterkaitan atas praktik pungli tersebut serta penanggung jawab pada Disdik Sumsel.
Sebab, tindakan pungli yang dilakukan oknum PNS Disdik, bukanlah perbuatan yang secara berdiri sendiri.
“Tentu dapat diduga tindakan tersebut merupakan pungli yang terstruktur dan sistematis. Tidak dapat menutup kemungkinan terindikasi instruksi dari pemimpin tertinggi di lingkungan DiknasSumsel,” ucapnya.
Menurutnya, peristiwa pungli di Disdik Sumsel ini semakin menguatkan keyakinan bahwa semakin masifnya pemberantasan korupsi, ternyata tidak membuat oknum-oknum di lingkungan pemerintahan untuk jera melakukan KKN atau membuatnya insaf.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Polda Sumsel untuk transparan dalam pengungkapan penyidikan kasus tersebut.
“Sebab, perbuatan pungli ini apabila tidak serius ditangani tentu akan berdampak pada berlangsungnya kegiatan pendidikan diSumsel,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Cahyo Siswanto yang menerima langsung tuntutan pengunjuk rasa, mengatakan akan mempelajarinya.
Namun pihaknya pun menyakinkan jika kepolisian akan bekerja secara profesional, guna mengusut tuntas kasus pungli di DisdikSumsel.
“Saat ini pemeriksaan saksi-saksi terus berlangsung,” ucapnya.

Sumber: Sripoku/Demusi
Posted By: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi