4 Proyek Nasional Tersendat Di Sumsel

Empat proyek yang berjalan lamban ialah Bendungan Komering II (Tiga Dihaji), Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api dan Tanjung Carat, Institut Olahraga Indonesia, dan Rumah Sakit Umum Provinsi Sumsel. “Presiden minta program prioritas nasional yang ada di Sumsel dan yang ada masalah agar dilaporkan dan akan dibantu. Masalah pembebasan lahan dan kurangnya dana menjadi kendala,” ungkap Alex. Dok.Foto: MI/Dwi Apriani

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. PADA 2014-2019, pemerintah menggulirkan pembangunan 13 proyek infrastruktur nasional di Sumatra Selatan. Namun, sampai kemarin, empat proyek di antaranya berjalan lambat karena persoalan pembebasan lahan dan keterbatasan anggaran.

Kondisi itu terungkap saat Gubernur Alex Noerdin mengumpulkan para pemangku kepentingan, Sabtu (18/3). Bahan dari dialog itulah yang akan dibawa ke Jakarta, Selasa (21/3), dalam rapat terbatas infrastruktur Sumatra Selatan yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Kepada Gubernur dilaporkan sembilan proyek yang berjalan maksimal ialah tol Palembang-Indralaya, tol Pematang Panggang-Kayu Agung, tol Palembang-Tanjung Api Api, tol Kayu Agung-Palembang-Betung, kereta api Prabumulih-Kertapati, kereta api Kertapati-Simpang Tanjung Api-Api, kereta api Tanjung Enim-Tanjung Api Api, kereta api Palembang-Jambi, dan light rail transit (LRT).

Sebaliknya, empat proyek yang berjalan lamban ialah Bendungan Komering II (Tiga Dihaji), Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api dan Tanjung Carat, Institut Olahraga Indonesia, dan Rumah Sakit Umum Provinsi Sumsel.

“Presiden minta program prioritas nasional yang ada di Sumsel dan yang ada masalah agar dilaporkan dan akan dibantu. Masalah pembebasan lahan dan kurangnya dana menjadi kendala,” ungkap Alex.

Di Kalimantan, PT PLN Kalimantan Selatan-Tengah akan melanjutkan kembali pembangunan dua pembangkit yang mangkrak, PLTU 2×7 megawatt di Kotabaru, Kalsel, dan PLTU 2×25 mw di Sampit, Kalteng. General Manager PT PLN Kalselteng, Purnomo, mengaku pihaknya tengah melakukan assesment dua proyek tersebut.

“Pembangunan PLTU Kotabaru diperkirakan tuntas pada 2018 dan PLTU Sampit satu tahun setelahnya. Selain keduanya, kami juga berkonsentrasi membangun tiga pembangkit lain, yakni PLTU Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut, Unit 5 dan 6,” tambahnya.

Terkait dengan infrastruktur jalan, Pemprov Jawa Timur menargetkan jalan tol Surabaya-Kertosono sudah bisa tersambung dan digunakan untuk mudik Lebaran 2017. Gubernur Soekarwo menilai target itu realistis karena dua ruas tol, yakni tol Surabaya-Mojokerto dan tol Mojokerto-Kertosono, proses pembebasan lahannya sudah tuntas.

“Bila sudah dioperasikan, kemacetan panjang angkutan Lebaran di kawasan tengah bisa terurai. Kalau memungkinkan operasional saat Lebaran, akan dilakukan tanpa pungutan biaya,” tandasnya.

Di sisi lain, kerusakan jalan masih dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya di Ciamis, Jawa Barat, dan Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Sumber: Mediaindonesia.com (DW/DY/FL/AD/JH/RF/N-2)

Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.