TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMANG. Warga desa Adumanis melalui perkumpulan WA Adumanis dalam halal bihalal sepakat menyerukan kumoring bersatu mendukung Herman Deru menjadi Gubernur Sumsel. Seruan ini dikumandangkan ketuanya Maherudin, Jum’at (30/6/2017).
Seruan ini bukan tanpa alasan Herman Deru telah terbukti menjadi Bupati OKU Timur selama dua periode mampu memanfaatkan APBD yang paling kecil di Sumsel untuk mensejahterkan warganya.
Dengan pengalamannya menjadi pemimpin kabupaten OKU Timur sebagai refrensi, maka tidak diragukan lagi bila Herman Deru Jadi Gubernur mampu mensejahterakan masyarakat Sumsel. Sepeninggalnya jadi Bupati OKU Timur jurus jurus pembangunan banyak diadopsi pemimpin selanjutnya.
Kemudian seperti biasa dalam setiap kunjungan Herman Deru didaulat untuk menyampaikan pidato politik dan bernyanyi.
Dalam sambutanya Calon Gubernur Sumsel ini meminta warga Adumanis khususnya dan warga Kumoring secara umum agar senantiasa menjaga tradisi dan bahasa ibu, serta jangan sungkan mengajarkan bahasa ibu dan berbahasa kumoring dalam setiap kesempatan.
Karena tradisi adat serta bahasa kumoring memiliki cirri khas yang bisa membedakan kumoring dan adat lain walaupun jauh dirantau. Dikisahkanya dalam kehidupan Jakarta dua orang satu dusun terpisah puluhan tahun bertemu di transjakarta “bushway” Makmun dan Badrudin.
Badrudin yang baru beberapa hari tiba di Jakarta naik Busway tujuan kota, seketika matanya melihat sorang laki laki setengah baya kira kira sebaya dirinya, setelah ditatap dengan pasat maka tak salah lagi pria tersebut adalaha Makmun.
Tanpa ragu Badruding menyapa Makmun seraya menjulurkan tangan dan menyapa dengan bahasa ibu “pi khabarmu mun saka mak sehaluan” namun apa daya uluran tanganya ditepis oleh Makmun seraya mengatakan dirinay bukan Makmun tapi Joni.
Tak mau kehilangan muka Badrudin kembali bersaut dengan membalas oh maaf pak Joni, omong omong udah berapa lama di Jakarta, kembali dibalas cakapnya Badrudin oleh Joni ah baru 30 tahun. Dalam hati Badrudin hitunganya tepat Makmun meninggalkan desa usai taat SMA selama 30 tahun.
Kembali dengan gaya SKSD (sok kenal sok dekat) Badrudin bertanya Joni tingga dimana dijawab Joni Salemba. Oha Salemba guman Badrudin, iya balas Joni.
Penasaran Badrudin kembali bertanya dengan gaya seolah sduah hafal Jakarta, Salembanya dimana Joni. Spontan Joni jawab Salemba Tongah.
Terpelesetnnya jawaban Joni membuat keyakinan Badrudin pria ini adalah MAkmun Semakin kuat kemudian dia berdiri dengan gaya tradisi kumoring sera menghardik “temon niku na Makmun dang mak ngaku mun ku tepuk ulu, mak ongka jolma bareh pacak ngucakno tongah”
Dengan tertawa Makmun mengakui memang dirinya Makmun namun dia sedikit mengelak karena sedang mengenang siapa sebenarnya Badrudin teman sedesanya yang sudah puluhan tahun baru berjumpa. Demkian sedikit cerita Herman Deru untuk pesanya menjaga tradisi adat dan bahasa kumoring.
Selanjutnya menyanyikan lagu Terajana untuk menghibur serta memenuhi permintaan warga Adumanis yang menghadiri hala bibahalal tersebut.
Sumber:Jurnalsumatra.com (kek)
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi