TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sempat menyatakan kekecewaannya dengan sikap pemerintah pusat yang tak kunjung menerbitkan Peraturan Presiden untuk pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
Mengenai hal tersebut, Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada, Erwan Agus Purwanto, berpendapat kekecewaan Alex sangat masuk akal. Menurutnya akselerasi infrastruktur, terutama jalan di Pulau Sumatera serta pulau-pulau luar Jawa lainnya, masih memprihatinkan. Padahal, pulau-pulau tersebut kaya sumber daya.
“Saya kira kekecewaan tersebut sangat masuk akal karena memang kalau bicara upaya pembangunan ekonomi dan membangun competitiveness jalan tol trans Sumatera menjadi sangat vital,” kata Erwan, Rabu (26/2/2014).
Dikatakannya, kekecewaan Gubernur Sumatera Selatan seharusnya direspon secara konstruktif oleh pemerintah pusat.
Sebab ketimpangan antardaerah akan mengurangi daya tawar. Sementara Indonesia harus mengantisipasi penerapan ASEAN Community pada 2015. Bila ketimpangan masih terjadi, akan membuat Indonesia makin terancam oleh serbuan barang dan jasa dari luar.
“Jika kurang kompetitif, jelas daya saing pun berkurang. Ancaman tersebut sangat serius dan kaitannya dengan penciptaan lapangan kerja bagi ribuan orang di Sumatera,” paparnya.
Sebelumnya, dalam acara Sumatera CSR Summit 2014, Alex Noerdin menumpahkan kekecewaannya atas tak jelasnya pembangunan jalan tol trans Sumatera. Padahal menurutnya jalan trans itu sangat dibutuhkan sebagai nadi utama Pulau Sumatera. Bila infrastruktur di Sumatera tetap buruk, terutama jalan, daya saingnya pun akan ikut buruk. Padahal Sumatera kaya akan sumber energi.
“Saya sudah ke mana-mana urus soal jalan tol. Saya bingung, saat di Jakarta ada jalan berlubang, begitu cepat diurus. Sedangkan tol Sumatera yang sudah bertahun-tahun direncanakan, sampai sekarang belum juga ada Perpres-nya,” kata Alex.
Lebih kecewa lagi, kata Alex, pemerintah pusat tak menganggarkan dana untuk pembangunan jalan tol trans tersebut dalam APBN 2014. Padahal menurutnya pemerintah pusat pernah berjanji siap menganggarkan dana dalam APBN.
“Dulu sudah dianggarkan Rp 5 triliun. Tapi sekarang kok tak dianggarkan,” kata Alex.
Pembangunan jalan tol trans Sumatera, adalah salah satu proyek yang masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Proyek dibangun secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dibangun empat ruas jalan, yang diperkirakan bakal menelan biaya Rp 31,5 triliun. Bila selesai, jalan tol itu akan menghubungkan Aceh hingga Lampung, dengan panjang 2.771 kilometer. Terdiri dari 23 ruas, jalan bebas hambatan itu direncanakan bisa selesai pada 2025. Sebagai pelaksana proyek jalan bebas hambatan itu, ditunjuk PT Hutama Karya.
Jalan tol trans Sumatera adalah sebuah jalan yang diproyeksikan sebagai bagian dari Asian Highway Network. Jalan ini akan jadi nadi penghubung di kawasan Asia Tenggara. Proyek tersebut sudah masuk dalam Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC).(TRIBUNNEWS.COM)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi