JAKABARING – Timnas U-23 akan menantang Turki di babak semifinal Islamic Solidarity Games (ISG) III di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, sore ini (Siaran Langsung RCTI Pukul 15.30 WIB). Strategi jitu telah disiapkan tim Garuda (julukan timnas), yaitu dengan menerapkan zona pertahanan. “Turki tim bagus, saya selalu memotivasi pemain untuk menang.
Kita juga sudah menyiapkan strategi, yaitu menerapkan zona pertahanan,” ujar pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan.
Dilanjutkan pria yang akrab disapa RD ini, timnya harus benar-benar disiplin dalam mengorganisasi pertahanan. Soalnya tim lawan punya kolektifitas bagus berkat persiapan yang bagus sebelum bergulirnya ISG.
Mengenai kebijakan rotasi yang dilakukannya dalam dua laga terakhir, RD menegaskan akan tetap memberlakukannya. “Tidak efektif kalau saya memaksa pemain yang turun lawan Palestina, karena masih kelelahan. Jadi sebagian akan dirotasi dan dikombinasikan dengan pemain yang tampil menghadapi Maroko lalu,” bebernya.
Perjalanan timnas U-23 menuju babak semifinal memang sangat berat. Menang pada laga perdana melawan Maroko dengan skor 1-0, tetapi dalam duel kontra Palestina harus menyerah 1-2. Syamsir Alam dan kawan-kawan lolos sebagai runner up mendampingi Maroko yang juara grup B karena unggul selisih gol dari Palestina.
Sementara Turki yang keluar sebagai juara grup A, dalam perjalannya mampu memukul Irak dengan skor 3-2. Kemudian bermain imbang 1-1 menghadapi Arab Saudi, terakhir lawan Suriah imbang 3-3.
Pelatih Turki Ersoy Sandalci mengaku tidak terlalu mengetahui kekuatan timnas U-23. Dirinya hanya sempat menyaksikan penampilan timnas U-23 di layar televisi, itupun hanya sebagian.
“Tapi yang saya tahu beberapa pemain Indonesia punya kecepatan. Pertandingan nanti akan sangat menarik dan kita siap berusaha yang terbaik,” ucapnya.
Dari segi kebugaran, Ersoy menjelaskan timnya sedikit kelelahan dengan padatnya jadwal. Oleh karena itu pihaknya coba menyiasati dengan istirahat total dan bersantai, kemarin.
“Secara umum kondisi pemain bagus, cuma ada satu pemain yang kurang sehat. Sisanya siap tempur,” timpalnya.
Sedangkan pada semifinal lainnya mempertemukan Arab Saudi dan Maroko. Duel dua tim beda benua akan dilangsungkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pukul 19.00 WIB.
Pelatih Arab Saudi Khalid Alkolani menilai Maroko lebih diuntungkan dari segi jadwal. “Karena jadwal padat, kita biasanya bagus pada babak pertama dan menurun pada babak kedua. Ini kita akan perbaiki. Maroko nanti lebih bugar karena istirahat empat hari, sedangkan kita hanya dua hari,” keluhnya.
Dari kubu Maroko, sang pelatih Mr Hasan menganggap timnya masih kurang sempurna dalam finishing touch (penyelesaian akhir). “Saat lawan Indonesia kita punya banyak peluang, tapi gagal. Mudah-mudahan lawan Arab kita lebih bagus,” pungkasnya. (palembang-pos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi