Kupang – Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan produksi padi 2013 meningkat 5% dari hasil produksi 2012.
Dengan demikian, total produksi padi di daerah itu tahun ini ditargetkan menjadi 724.252 ton, sedangkan total produksi padi pada 2012 berjumlah 698.000 ton. “Target produksi padi naik karena sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di NTT tahun ini normal,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Yohanes Tay Ruba di Kupang, Senin (11/2).
Ia berharap target produksi tersebut tercapai seperti target tahun sebelumnya yang juga tercapai. Saat ini petani di sejumlah kabupaten sudah mulai menanam yang diikuti pendistribusian benih. Menurutnya, peningkatan produksi padi didukung oleh sejumlah faktor seperti curah hujan, ketersediaan pupuk dan obat-obatan pembasmi hama, serta pendampingan yang dilakukan petugas penyuluh lapangan (PPL).
Faktor lainnya ialah kemandirian benih. Saat ini NTT baru mampu memproduksi 60% benih dari kebutuhan, sedangkan benih jagung komposit baru mencapai 40% dari kebutuhan.
Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay sebelumnya mengatakan potensi lahan kering di daerah itu mencapai 1,5 juta hektare, kini belum dimanfaatkan maksimal. Kecuali lahan basah seluas 264.000 hektare sudah dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan lahan kering terkendala, terutama pada musim kemarau yang mencapai delapan bulan dalam satu tahun yang membuat persawahan mengalami kekurangan air.
sumber: metrotvnews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
