Suzanna Tegar, Rumialis Menangis

 

Hari ini, tepat 22 hari Eddy Yusuf dan Yulius Nawawi mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Palembang di kawasan Pakjo.

Selama itu, keluarga, kerabat, sahabat atau pendukung tidak bisa bebas menemui kedua tokoh Ogan Komering Ulu (OKU) ini. Mereka dibatasi waktu dan ruang tahanan yang memang ketat. Sidang perdana kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) OKU tahun 2008 yang menyeret keduanya sebagai pesakitan, dimanfaatkan keluarga dan para pendukung untuk bercengkerama dengan Eddy dan Yulius. Rata-rata dari kerabat datang beriringan sekitar pukul 08.45 – 09.00WIB menuju ruang sidang utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Khusus Palembang.

Sementara,Eddy dan Yulius hadir lebih dulu sekitar pukul 08.30 WIB diantarmobil tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel. Ketika ditemui kerabatnya sebelum persidangan, Eddy terlihat berusaha tampak tabah. Namun, dia gagal menyembunyikan rasa harunya ketika satu per satu saudara dan kerabat menyalami dan mendekap tubuhnya. Sementara istrinya,Hj Suzanna tidak terlihat saat itu. Dia baru hadir saat pertengahan sidangdanmemilih berdiri di luar ruang sidang bersama kerabat yang lain.

SementaraYulius, meski terlihat sehat, nampak wajah tegang dan sedih terpancar di wajahnya, terutama saat para camat, kepala dinas dan Sekda OKU,Marwan Sobri, menyalaminya dan menanyakan kondisi kesehatannya. Nampak pula, istri Yulius Nawawi, Hj Rumialis yang hadir mengenakan gamis ungu langsung menyalami dan memeluk suaminya dengan mataberkaca-kaca. Salah seorangistri Kepala Dinas di Pemkab OKU yang enggan disebutkan namanya mengaku,mengenal Yulius Nawawi sejak muda.

“Saya dan keluarga mengenal Pak Yulius sejak kami masih kecil, jadi kami kenal betul beliau. Selain lembut dan tak pemarah, Pak Yulius cukup sederhana dan tidak sombong,”tukasnya.Diungkapkan dia,Yulius merupakan sosok anak kiai besar di OKU. “Saya kenal beliau bisa dibilang seumur hidupnya, dia baik dan seperti rakyat biasa,”imbuhnya.

Waktu seakan berjalan begitu cepat. Ketika sedang asyik ber – ceng kerama, tiba-tiba ada pem – be ritahuan bahwasidang segera dimulai. Obrolan pun terhenti. Sekitar pukul 09.10 WIB, Eddy yang awalnya mengenakan baju khusus tahanan Tipikor, mele pas bajuberwarna merah muda dan masuk ke ruang sidang. Sekitar 150-an orang kemudian mengi – ku tinya masuk ke ruang sidang. Sisanya menunggu diluar menyaksikan monitor televisi dan mengintip dari pintu masuk.

Selama persidangan berlang – sung, Suzanna yang kemarin me – ngenakan setelan berwarna hi – tam dengan sedikit corak bunga di bagian atastampak tabah. Sesekali dia melempar senyum kepada orang yang memberinya dukungan. “Saya berusaha selalu sabar dan kuat, agar dapat memberikan supportkepada suami saya,” ujar Suzanna. Menurut dia, jalannya persidangan tentu akan diikuti oleh sang suami sebaik mungkin. Karena itu, Suzanna yang masih menjabat Ketua BKOW Sumsel ini mengaku hanya bisa memanjatkan doa untuk suaminya agar selalu diberikan kekuatan.

“Lihat kan? beliau (Eddy Yusuf) baik-baik saja dan tenang menjalaninya,” kata Suzanna meyakinkan bahwa suaminya dalam kondisi baik. Sekitar pukul 11.10 WIB sidang untuk terdakwa Eddy Yusuf berakhir. Suzanna lang – sung menemui,menggenggam tangan dan memeluk suaminya, dengan wajah sumringah. Dia lalu memberikan air mineral kepada mantan Bupati OKU ini. Melihat sang istri, senyum lebar langsung bertengger di bibir Eddy Yusuf. Mereka lalu kembali mengobrol bersama para kerabat dan pendukung yang sejak awal sudah setia menunggu keduanya.

Di tengah perbincangan sesekali Eddy terlihat mengisap rokok. Ketika Eddy asyik bercengke – rama, Yulius menjalani persida – ngan. Yulius terlihat sa ngat te – gang. Sekitar pukul 12.30 WIB, persidangan Yulius ber akhir. Ti – dak seperti Eddy Yusuf yang me – man faatkan momen tersebut un tuk berkumpul bersama ke – luarganya dan beris ti rahat terle – bih dahulu di sisi gedung Penga – dilan Negeri Klas I A Khu sus Pa – lembang, Yulius langsung me – naiki mobil tahanan yang sudah stand by.

Tak lama kemudian Eddy Yusuf menyusul suksesor – nya itu ke dalam kendaraan, sete – lah sebelumnya berpamitan dengan istri dan kerabatnya (Koran sindo)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016