Bupati OKU Non Aktif: Yulius Nawawi Divonis 4,5 Tahun Pasrah

Bupati OKU non aktif, Yulius Nawawi, diperberat menjadi 4,5 tahun penjara. Foto:RMOLSumsel,
TRANSFORMASINEWS, BATURAJA . Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan surat putusan terhadap  Bupati OKU non aktif, Yulius Nawawi, dengan 4,5 tahun penjara, terkait kasus Dana Bansos 2013 yang menjerat dirinya.

Keputusan itu diterima langsung Kejari Baturaja dibackup Kejati Sumsel, Kamis (16/4) dengan Nomor 2215 K/PID.SUS 2014.

Setelah mendapatkan putusan dari MA, Kejati Sumsel langsung melakukan eksekusi  di Rutan Pakjo Palembang yang  dilaksanakan oleh Kasi Pidsus Baturaja M Salim SH serta Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Sumsel, Azwar Hamid SH MH.

“Beliau (Yulius Nawawi) legowo dan menerima putusan dengan menanda tangani Berita Acara diberikan jaksa eksekutor. Tetapi dia juga menyatakan ingin mengajukan PK (Peninjauan Kembali),” beber Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Kejati Sumsel, Azwar Hamid, usai pelaksanaan eksekusi kepada wartawan.

Berdasarkan putusan MA yang diketuai Hakim Artijo Alkostar SH, Yulius juga didenda dan harus membayar uang pengganti.

Hakim mendenda Yulius sebesar Rp200 juta serta uang pengganti sebesar Rp 674 juta.

Ketentuannya, jika ia tidak bisa membayar denda, akan diganti kurungan enam bulan penjara.

“Sementara uang pengganti harus dibayar sebelum atau setelah putusan inkracht. Jika tidak bisa membayar, harta benda bisa disita. Tidak ada harta benda yang bisa disita, akan diganti dengan hukuman enam bulan,” beber Azwar.

Denda serta uang pengganti yang harus dibayar Yulius ini sebelumnya tidak ada pada putusan Hakim Tipikor Palembang serta Hakim Pengadilan Tinggi (PT).

Sebelum mengajukan Kasasi di MA, Yulius hanya divonis 1,5 tahun. Namun saat mengajukan banding di ke Pengadilan Tinggi (PT) vonisnya bertambah 2,5 tahun.

Kemudian mengajukan kasasi ke MA, hukumnya malah bertambah menjadi 4,5 tahun.

Terpisah, Bahrul Ilmi selaku kuasa hukum Yulius Nawawi membenarkan jika pihaknya segera mengajukan PK. Saat ini mereka mempersiapkan berkas.

“Putusan kasasi sifatnya sudah inkracht. Jadi, sebagai warga negara yang baik, Pak Yulius menerimannya. Tapi, tetap kita akan mengajukan PK,” bebernya dihubungi wartawan.

Yulius mengajukan PK karena putusan Kasasi dinilai tidak memberikan keadilan.

“Ada beberapa kasus serupa yang harusnya jadi pertimbangan hakim” tukas Bahrul.

SUMBER:RMOL/AR

Leave a Reply

Your email address will not be published.