Sutarman Calon Tunggal Kapolri

SETELAH lebih dari dua bulan tak ada kejelasan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya mengajukan nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kepada DPR RI. Seperti sebelumnya, SBY tetap mengajukan satu calon nama Kapolri. Kali ini, pilihan orang nomor satu di Indonesia tersebut jatuh kepada Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Sutarman, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

“Presiden SBY hanya mengirimkan satu nama calon Kapolri yakni Komjen (Pol) Sutarman kepada DPR,” kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo kepada wartawan,Jumat (27/9). Bambang menjelaskan, surat pergantian Kapolri dari Istana Kepresidenan itu diterima DPR Jumat pukul 10.00 WIB. Selanjutnya surat dari presiden RI tersebut akan dibacakan pada sidang paripurna pada Selasa (1/10) pekan depan.

“Untuk selanjutnya diserahkan ke Badan Musyawarah DPR untuk diagendakan fit and proper test di komisi terkait, dalam hal ini Komisi III,” jelas Bambang. Namun, karena jadwal komisi III sangat padat hingga masa sidang ini berakhir pada 26 Oktober, maka diperkirakan pelaksanaan fit and proper test calon Kapolri dilaksanakan pada masa sidang berikutnya. “Yaitu antara bulan November-Desember 2013 mendatang. Kapolri Timur Pradopo senddiri akan memasuki masa pensiun pada akhir Januari 2014,” tutupnya.

Sosok yang Pas

Politisi Golkar yang juga anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo mendukung Komjen Pol Sutarman menjadi Kapolri. Bambang menilai, Sutarman didukung penuh unsur kepolisian. “Sutarman mampu mengembalikan kepercayaan diri prajurit Polri,” jelas Bambang dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (27/9).

Bambang juga menilai dari berbagai segi, Sutarman dinilai pas menggantikan Timur Pradopo. “Baik dari sisi kemampuan atau kecakapan, jam terbang maupun senioritas,” terangnya.

Bambang berharap dengan apa yang dimilikinya, Sutarman bisa membawa Polri ke arah yang lebih baik. “Sutarman mampu melakukan konsolidasi dan meningkatkan kinerja anggota Kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso punya ekspektasi pada calon Kapolri Komjen Pol Sutarman. Dalam menghadapi tahun politik dia berharap Sutarman bisa membebaskan Polri dari tekanan politik.

“Karena tahun depan menginjak tahun politik, suhu politik akan naik drastis. Agar sutarman tidak teriinfiltrasi oleh kekuatan politik manapun,” jelas Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9).

Priyo ingin Sutarman bisa membereskan pekerjaan rumah di kepolisian. Mulai dari kasus penembakan sampai persoalan intoleransi. “Karena tantangannya meluas, kita khawatir. Polri harus segera mengungkapkan apa itu terjadi sporadis atau ada desain. Ini PR,” terangnya.

Politisi Golkar ini berharap agar Sutarman bisa mengemban tugas yang diberikan. Apalagi Polri memiliki dana triliunan rupiah. “Dia tidak pernah masuk dunia perpolitikan. Dia itu mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid. Meskipun kita tahu Pak Putut juga bagus,” tutupnya.

Anggota Komisi III DPR RI :Syarifuddin Suding, Bambang Soesatyo, dan Ahmad Yani yang dikenal dengan sebutan Trio SBY sepertinya sudah merestui Komjen Pol Sutarman menjadi Kapolri. Tinggal ketuk palu saja Sutarman yang kini masih menjabat sebagai Kabareskrim Polri dinobatkan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Timur Pradopo.

“Ya saya kira kalau lihat rekam jejaknya Pak Sutarman, saya kira dia sosok yang cukup baik untuk Kapolri,” kata Syarifuddin Suding saat berbincang dengan wartawan, Jumat (27/9/2013).

Menurut Suding , fit and profer test akan segera digelar untuk Sutarman. “Fit and proper test secepatnya kita agendakan. Ya Pak Sutarman itu cukup baik saya kira, nanti lihat perkembangannya,” jelas politisi Hanura ini.

Senada dengan Suding, Bambang Soesatyo juga mendukung penuh Sutarman. Bahkan menurut Bambang, figur Sutarman bisa mengembalikan kepercayaan diri Polri. “Dari sisi senioritas dan jam terbang teruji,” jelas politisi Golkar.

Alamat Sutarman bakal mulus melenggang juga sudah diberikan Ahmad Yani. Politisi PPP ini juga memberikan sinyal persetujuannya soal Sutarman. “Tapi saya belum lihat suratnya,” terang Yani.

Dukungan bagi Komjen Pol Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri mengalir. Salah satunya datang dari Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo. Dia menilai Sutarman figur yang layak untuk memimpin kepolisian. “Komjen Sutarman adalah figur yang lengkap, figur yang sederhana, punya integritas dan komitmen menjaga kewibawan Polri sebagai penegak hukum dan menjaga Kamtibmas,” jelas Tjahjo dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat.

Tjahjo yakin, sebelum mengirim nama ke DPR, Presiden SBY sudah mengakomodir berbagai masukan dari berbagai lapisan masyarakat. “Komjen Sutarman figur yang lengkap, berbgai jabatan sudah pernah dilaluinya dengan baik dan tanpa cacat dan figur yang saya jamin adalah figur bersih dan terbuka,” terangnya.

Tjahjo juga menyampaikan, di samping itu, masa pensiun Sutarman masih 2 tahunan. PDIP akan memberi instruksi kepada pimpinan fraksi di DPR untuk melakukan fit and proper test secara obyektif di komisi terkait. “Dan prinsipnya PDIP Perjuangan pasti mendukung dan tidak akan melakukan voting. Harus aklamasi dukungan DPR dan menolak wacana voting untuk usulan calon Kapolri dan panglima TNI yang diusulkan presiden ke DPR. Karena apapun, Kapolri dan Panglima TNI lambang Republik Indonesia harus solid dukungannya,” tutupnya.

Harta Sutarman

Komjem Pol Sutarman diajukan Presiden SBY sebagai calon tunggal Kapolri, pada 2012 Sutarman memiliki kekayaan sebesar Rp5,3 miliar. Saat memperbarui laporan, dia memastikan jumlahnya tak jauh berbeda.

Di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang bisa diakses di KPK, Jumat (27/9/2013), Sutarman memiliki harta berupa tanah dan bangunan sebesar Rp3,564 miliar. Tanah dan bangunannya ada yang memiliki luas 3.475 m2, 1.230 m2, 120 m2 dan 69 m2. Semua terletak di kota Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, mantan Kapolda Metro Jaya ini juga memiliki harta berupa mobil Alphard senilai Rp325 juta. Ada juga harta bergerak lainnya sebesar Rp117 juta, surat berharga Rp231 juta dan giro setara kas Rp1,1 miliar serta 24.194 dolar AS. Bila dijumlahkan nilainya Rp5.346.714.200 plus 24.194 dolar AS. Jumlah ini naik sedikit dari pelaporan setahun sebelumnya yang berjumlah Rp5.315.361.255 dan 24.175 dolar AS. Kini, Sutarman menjadi satu-satunya calon kuat Kapolri. Dia akan menggantikan Jenderal Timur Pradopo yang memasuki masa pensiun.

Alumni Akabri 1981

Sementara itu, anggota Komisi Kepolisian Nasional, Eddy Hasibuan menduga, salah satu pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Sutarman sebagai calon pengganti Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo yaitu tahun kelulusannya dari AKABRI.

“Dia (Sutarman) satu angkatan dengan Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko,” kata Eddy , Jumat (27/9/2013).

Sutarman dan Moeldoko merupakan lulusan AKABRI angkatan 1981. Bersama mereka, lulusan angkatan 1981 lainnya yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Marsetio dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Ida Bagus Putu, juga angkatan 1981.

Dengan demikian, saat ini puncak kepemimpinan Polri dan TNI berada di tangan angkatan 1981. Meski begitu, ia mengatakan, jika pergantian Kapolri merupakan hak prerogratif Presiden. Tentunya, Presiden memiliki pertimbangan lain selain kesamaan tahun kelulusan dengan para petinggi TNI lainnya.

Seorang Kombes Tertangkap Nyabu Bersama Wanita di Hotel

Polisi

“Karena mereka satu angkatan, berarti akan ada kesetaraan. Selain itu manajemen koordinasi juga pasti akan lebih baik,” ujarnya.

“Kalau yang dipilih angkatan 1983-1984, mereka masih terlalu muda. Tapi kalau angkatan 1980 mereka mau masuk masa pensiun,” katanya.

DPR telah menerima surat resmi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (27/9/2013) pagi ini. Di dalam surat tersebut, Presiden mengusulkan calon tunggal Komisaris Jenderal Sutarman untuk menggantikan posisi Kapolri saat ini, Jenderal (Pol) Timur Pradopo, yang akan memasuki masa pensiun. (korankota)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016