TRANSFORMASINEWS.COM,JAKARTA – Ryamizard Ryacudu, mantan KSAD mengatakan sebagai seorang tentara yang profesional, tentu akan menolak jika diminta untuk mendukung salah satu partai politik yang ada di Indonesia.
“Tentara itu harus berani tegas, dan tidak berpihak kepada salah satu partai politik, jadi jangan hanya bilang TNI harus netral, netral seperti apa, harus dijabarkan dengan jelas, jika hanya bicara netral-netral saja, nenek-nenek juga bisa,” tutur Ryamizard kepada wartawan di sebuah restoran yang terletak dibilangan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2014).
Menantu mantan Wapres Try Soetrisno ini juga mencontohkan dirinya saat menjabat sebagai Komandan Korem Garuda Hitam Lampung, ia dipanggil oleh KSAD saat itu, Jenderal TNI Hartono dan diminta menjalankan perintah agar dirinya beserta jajarannya mendukung salah satu partai berkuasa saat itu.
“Begitu saya kembali ke Korem saya, saya tidak menjalankan perintah komandan saya itu, saya katakan kepada prajurit saya agar tetap netral sebagai TNI, tentunya saya harus mencontohkan kepada prajurit saya, dan menunjukkan bagaimana sikap seorang TNI dalam menjaga netralitas prajurit dalam mengawal setiap diadakan pemilu,” paparnya.
Dikatakannya, seorang prajurit itu secara otomatis haknya hilang sebagai pemilih dalam sebuah pemilu.
“Saya tidak bisa membayangkan jika TNI tidak netral, tentu pastinya ada tentara yang berpihak pada partai Golkar, ada tentara yang berpihak pada PDI Perjuangan begitu seterusnya, bisa-bisa ini pecah, dan jika pecah, negara ini akan hancur,” tandasnya.
Ryamizard Ryacudu kemudian menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai KSAD di era presiden Megawati.
“Saya dalam satu kesempatan dengan bu Megawati mengatakan bahwa sebagai TNI saya tetap menjaga keselataman seorang presiden, jika ada jenderal AD yang korupsi, atau yang merugikan negara, saya akan copot. Tetapi jika saya harus diminta mendukung partai , saya akan menolaknya. Saya mengatakan meski saya KSAD, tetapi jika bu Megawati berurusan dengan partainya, PDI Perjuangan, saya tidak ikut-ikut, karena saya harus tetap netral. Alhamdulliah waktu itu, bu Megawati mendukung saya,” urainya.
Karena itulah, Ryamizard Ryacudu berharap saat ini pun, TNI harus menjaga kenetralannya dalam menghadapi Pemilu tahun 2014. (TRIBUNNEWS.COM)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
