RSUD Krisis Obat-Obatan

Kayuagung, TRANSFORMASINEWS.COM.- 
Dampak banyaknya tunggakan klaim berobat gratis yang belum dibayar mencapai Rp 5 Miliar lebih. Kini rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten OKI itu, mengalami krisis obat.
Akibatnya, sejumlah pasien yang berobat mengeluh lantaran harus membeli obat paten keluar rumah sakit saat menjalani perawatan medis.
Seperti diutarakan Sumarsih (59), warga Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji Induk. Menurutnya, dirinya dirawat sejak 21 Februari 2014 lalu, akibat luka bakar yang dialami saat berjualan bensin.
“Di rumah sakit ini, katanya tidak ada obat. Jadi terpaksa harus mencari obat paten di apotek diluar rumah sakit. Untungnya, di apotek itu ada obat yang dicari,” ujarnya saat berada di Sal Bedah RSUD Kayuagung, kemarin.
Hal ini diakui Direktur RSUD Kayuagung, dr Fikram, yang baru beberapa minggu memimpin rumah sakit tersebut. Menurut Fikram, menipisnya stok obat karena pihak ketiga yang biasa memasok obat ke enggan mendistribusikan obat jika tak ada pembayaran.
“Inilah dampak banyaknya tunggakan klaim berobat gratis disini. Termasuk tunggakan Kementerian Kesehatan RI pada program Jamkesmas senilai Rp 2,2 miliar dan lain sebagainya,” ujarnya.
Selain tunggakan Kemenkes RI, Pemkab OI juga memiliki tunggakan Rp 1,9 miliar dan beberapa kabupaten lain yakni Jamsoskes OKU Timur senilai Rp 73 juta lebih, Jamsoskes Palembang Rp 7,7 juta, Jamsoskes OKU Selatan Rp 1,4 juta dan Jamsoskes Lubuk Linggau Rp 3,2 juta.
“Tunggakan itu merupakan klaim berobat gratis selama beberapa bulan terakhir sampai akhir Desember 2013. Belum lagi, tunggakan selama Januari 2014, sehingga kami kesulitan untuk membiayai pelayanan di RSUD Kayuagung,” cetusnya.
Menurutnya, jika begini terus pihaknya khawatir pelayanan medis dan jasa lainnya terganggu. Jasa dokter juga harus dibayar. ‘’Untung saat ini para dokter masih tetap melayani pasien, jasa pelayanan mereka sedikit terlambat dibayarkan,” tandasnya.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016