Ratusan Lulusan CPNS K2 Dilaporkan ” SIluman”

TransformasiNews.com,MAKASSAR – Polemik pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur honorer kategori 2 (K2) terus berlanjut. Berdasarkan laporan, honorer “bodong” atau “siluman” mencapai ratusan orang.

Seperti yang sudah dilaporkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bantaeng jumlah lulusan CPNS K2 bodong mencapai 86 orang dan di Kota Palopo 56 orang. Sejumlah daerah lain sementara melakukan penelusuran, yang diperkirakan angkanya mencapai puluhan orang tiap daerah. Di Bantaeng, massa yang tergabung dalam Satuan Forum Solidaridaritas LSM dan Mahasiswa (Formak) berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Bantaeng.

Mereka membakar ban bekas yang sempat memacetkan jalan lintas kabupaten itu. Tak hanya itu, massa juga melempari kendaraan dinas yang terparkir di halaman kantor dengan telur busuk. Koordinator aksi Alif Abdi menuntut agar dibentuk tim investigasi dan menganulir honorer siluman. Dia juga mengaku memiliki bukti honorer yang membayar agar lulus. Mereka menemukan ada oknum lurah di kecamatan Bantaeng yang menerima uang dari honorer Rp 60 juta

Dia juga melansir 86 nama honorer yang lulus berdasarkan pengumuman di website kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) beberapa waktu lalu. Dia meyakini, 86 orang itu tidak memenuhi syarat pengabdian. Bahkan, kata dia, ada yang baru berbakti tahun 2012 dinyatakan lulus. Wakil Bupati Bantaeng Muhammad Yasin berjanji membentuk tim investigasi untuk menelusuri keberadaan honorer siluman itu.

Tim investigasi nantinya dari unsur pemerintah, DPRD, dan BKD ini akan membongkar data dan dokumen tenaga honor yang tidak jelas. “Jika kami temukan bukti ada honorer siluman, kami siap menganulir,” kata Yasin. Pemkot Palopo juga akan membentuk tim validasi untuk mengusut dugaan puluhan honorer bodong.

Tim yang dibentuk Wali Kota Palopo HM Judas Amir beranggotakan seluruh kepala SKPD dan pimpinan unit kerja Pemkot Palopo dan perwakilan honorer K2 masing-masing dua orang per SKPD.

“Tim ini akan melakukan penelusuran dan faktualisasi masa pengabdian CPNS K2 Palopo yang sudah diumumkan lulus CPNS K2 oleh Panselnas CPNS 2013. Tim ini akan bekerja sungguh-sunggu untuk mengecek masa pengabdian dan SK pengabdian CPNS K2, apakah sesuai aturan dan ketentuan honorer K2 merujuk PP Nomor 56 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer,” jelas Judas.

Kepala Bidang Pengadaan dan Pemberhentian BKD Palopo Megawati menyatakan, sejak dibukanya posko pengaduan, sekitar 50-an nama CPNS diduga bodong dilaporkan para honorer K2 yang kecewa atas kelulusan mereka. Di antara nama-nama yang dilaporkan, di antaranya Kiki Saraswati Mansyur (honorer K2 di Bappeda Palopo yang juga keponakan Sekda Palopo Syamsul Rijal Syam), Andi Amiruddin (Kepala Pemasaran Bank Mega Palopo), Hasan Basri (pimpinan perusahaan pembiayaan di Palopo).

Bupati Luwu Andi Mudzakkar berencana mengadakan apel khusus kepada 1.012 honorer K2 yang diumumkan lulus di Kantor Bupati Luwu pada Senin (3/3). “Saya sudah minta kepada seluruh pimpinan SKPD agar menyurati CPNS K2 yang lulus di setiap instansi untuk mengikuti apel ini. Kita berharap, dengan apel honorer K2 yang lulus ini, kita akan mendata mereka yang lulus CPNS K2 secara langsung di lapangan,” katanya.

Segel Sekolah

Sementara, di Kabupaten Bulukumba, tiga guru honorer Darniaty, Muhammad Asaad, dan Syamsiah menyegel SDN 67 Loisa, Dusun Mattoangin, Desa Tibona, Kecamatan Bulukumpa tempat mereka mengajar karena kecewa. “Lokasi SDN 67 ini milik orang tua kami. Jadi, saya mau tutup tidak masalah. Apalagi, hanya orang lain yang menikmati,” kata Darniaty, kemarin.

Diceritakan, sebelum sekolah itu, orang tuanya bernama Tuto, menghibahkan kepada pemerintah dengan syarat harus menjadikan anaknya sebagai PNS dalam pengangkatan. Hanya, dalam realisasinya tidak bisa dibuktikan. Sebab, pengangkatan yang baru ini hanya mengutaman orang lain. Dia menjelaskan, bersama rekannya sudah mengabdi sejak 2004 lalu. “Kami bersama keluarga sudah bersyarat secara administrasi. Saya sudah mengabdi sejak 2004 lalu. Jadi kurang apalagi sebenarnya. Sedang ada 2008 bahkan 2010 justru lulus dalam pengumuman sebelumnya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bulukumba Muhammad Sabir menjelaskan, pihaknya sudah melakukan mediasi terhadap guru yang melakukan penyegelan sekolah ini. Anggota DPRD Bulukumba Muhammad Bakti mengatakan, penyegelan ini mesti menjadi pembelajaran bagi pemerintah bahwa seleksi K2 harus dilakukan secara transparan.

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba Muhammad Andi Djuharta mengaku telah mendapat ancaman dari oknum tak bertanggungjawab melalui pesan singkat terkait protesnya terhadap hasil pengumuman CPNS. “Mereka mengancam supaya tidak perlu dibesar-besarkan hasil K2. Bahkan, kalau diusut lantas namanya dianulir kembali akan melakukan tindakan. Tapi, saya tidak pernah takut, saya akan terus berjuang memperjuangkan kebenaran.

Sekretaris Komisi B DPRD Bulukumba Zulkifli Zaiyye mengaku menyayangkan sikap Komisi A yang membiarkan Kepala BKDD Bulukumba Muhammad Ali Selang, berangkat lebih awal ke Kemenpan-RB bersama perwakilan honorer. Menurut dia, sebelum berangkat seharusnya dilakukan dengar pendapat dengan DPRD, apalagi sebelumnya sudah diagendakan sebelum berangkat. Tuntutan agar lulusan K2 bodong dianulir juga disampaikan pengunjuk rasa di depan Kantor Bupati Jeneponto, kemarin.

Mereka meminta agar Pemkab Jeneponto melakukan verifikasi ulang tenaga honorer yang pengabdiannya terhitung sejak 2005. Koordinator Aksi Rajamuda Dg Tutun menegaskan, pengumuman CPNS K2 harus diverifikasi kembali sebelum diumumkan. “Kita tidak ingin tenaga honorer lulus, sementara kami yang mengabdi selama belasan tahun malah tidak lulus,” ungkap Raja, yang merupakan honorer di Dinas Perhubungan.

Pengunjuk rasa diterima Plt Sekda Jeneponto Muhammad Syarif, yang juga Kepala BKD, akan memenuhi tuntutan pengunjuk rasa. “Kita akan verifikasi kembali, buat tim sehingga dugaan honorer siluman bisa dibuktikan atau tidak,” tegas Syarif. lbaharuddin karibo/ syamsir/abd salam malik/chaerul baderu .(Koransindo.com)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016