JAKARTA – Pemimpin nasional saat ini, kurang tegas dan belum dapat dijadikan sebagai teladan. Padahal, di negara majemuk seperti Indonesia ini, sangat memerlukan sosok yang tegas serta berperan sebagai negarawan. Mereka juga harus memiliki visi ke depan, jujur, berintegritas, dan loyal.
“Sekarang ini, belum ada pemimpin nasional yang bisa menjadi teladan bagi rakyat. Indonesia memerlukan pemimpin tegas, tetapi tidak otoriter. Dia juga harus bisa berperan sebagai negarawan. Pastinya juga harus memiliki visi jauh ke depan, jujur, berintegritas, dan loyal,” kata mantan Menteri Perindustrian, Luhut Binsar Panjaitan dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (19/09).
Dia pun meminta kepada seluruh rakyat Indonesia, agar pada Pilpres 2014 mendatang, harus memilih pemimpin yang memiliki sosok tersebut, agar tidak menyesal. “Pemimpin nasional harus memiliki rekam jejak yang baik dan positif, serta memiliki pendidikan yang baik,” ujar purnawirawan jenderal ini.
Luhut membandingkan sosok pemimpin era Orde Baru dengan Reformasi. Meski era Orde Baru dianggapnya otoriter, tetapi memiliki konsep kepemimpinan dan pembangunan yang jelas dan terukur. Sangat jauh berbeda dengan pemimpin era saat ini. Iklim demokrasi yang baik ini, kurang dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
“Kita ambil sisi baiknya, kepemimpinan pada era Orde Baru jauh lebih kuat. Tetapi sosok otoriternya jangan ditiru. Meski begitu, arah dan strategi pembangunan jelas dan tepat, karena bertumpu pada GBHN dan Repelita. Pemilihan timnya juga tepat, semuanya terukur. Sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun belakangan ini,” ujar Luhut. (baratamedia)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
