PALEMBANG – Upacara pembukaan dan penutupan Islamic Solidarity Games (ISG) III tetap digelar di Stadion Gelora Jakabaring.
Ketua Panitia Pelaksana tingkat daerah Muddai Madang menjelaskan, pihaknya memang mengusulkan ke pemerintah pusat, agar upacara dipindahkan dari Jakabaring ke Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang. Namun setelah diperiksa, ternyata Stadion Bumi Sriwijaya tidak memenuhi syarat.
“Setelah dilakukan pengamatan dan pemeriksaan secara detil ternyata tidak memenuhi kebutuhan,” kata Muddai didampingi Sekretaris Maryama Bustam dan Ketua Deputi IV Ahmad Najib, di Hotel Jayakarta, Palembang, Jumat (30/08).
Dikatakan, hasil pemeriksaan menyatakan lingkungan Stadion Madya Bumi Sriwijaya kurang luas, kebutuhan daya listrik kurang memadahi, dan masih banyak lagi. “Terpaksa kita lakukan pengalihan rencana, mengingat beberapa hal yang harus diperbaiki, dan semua itu harus memakan waktu yang cukup lama sekitar 3-4 hari. Jika tetap di Jakabaring maka hanya satu hari untuk persiapan utility seperti pemasangan tenda rodes dan beberapa titik layar lebar, itu akan selesai. Contohnya daya listrik di stadion tersebut tidak mampu untuk menampung daya listrik yang tinggi, hal tersebut harus dilakukan pergantian trapo dan itu akan mekakan waktu dan dana lagi, mengingat dana APBN sampai saat ini belum juga turun,” terang Muddai.
Muddai mengatakan, dengan terpaksa panitia daerah mengusulkan untuk dikembalikan ke Stadion Jakabaring. Dijelaskan, alasan panitia meminta upacara dipindahkan dari Jakabaring, lantaran adanya penambahan hari pelaksanaan, menyusul bertambahnya peserta cabang olahraga sepak bola, menjadi 12 negara, yang digelar di Jakabaring. Dengan dikembalikannya upacara pembukaan dan penutupan ke Jakabaring, maka laga sepak bola dipindahkan ke Stadion Madya Bumi Sriwijaya dengan jadwal yang tetap.
“Pertandingan sepak bola tidak akan tergangu atau tetap sesuai jadwal yakni dari 16-29 September 2013 meskipun upacara pembukaan dan penutupan tetap di Jakabaring. Karena, Stadion Bumi Sriwijaya juga jadi tempat pertandingan,” bebernya.
Dalam kesempatan itu, Muddai menyampaikan, saat ini yang sudah memastikan keikutsertaan di ajang ISG III sebanyak 38 negara. “Kemarin itu 37, hari ini bertambah lagi satu negara yakni Somalia. Jadi tinggal 4 negara yang masih ditunggu konfirmasinya hingga 31 Agustus 2013. Seperti Gabon, Tunisia, Malaysia, dan Jibuti,” urainya.
Meski demikian, sambungnya, panitia berharap jumlah peserta tidak bertambah lagi, agar tidak ada lagi penambahan fasilitas, seperti akomodasi, hotel, catering, dan lain-lain.
“Kalau jumlah negara lebih dari 38 ini, maka kita akan menambah kebutuhan lainnya misalnya seperti, akomodasi dan hotel. Khusus untuk hotel itu sendiri kita sangat kesulitan mengingat Novetel itu sendiri sudah sebagian kamarnya digunakan oleh para jemaah haji, memang waktunya hampir bersamaan. Selain itu Hotel Jayakarta tidak sepenuhnya akan dipakai untuk para negara peserta saja, selain itu juga belum tentu hotel yang lain itu mau digunakan untuk peserta ISG. Kecuali kalau kita diberikan oleh pemerintah pusat itu waktu satu tahun untuk peyelenggaraan ISG ini,” bebernya.
Terkait pelibatan event organizer (EO), Muddai mengatakan sampai saat ini belum ada kontrak resmi. Sebab, Keppres untuk penunjukan langsung belum diterima.
“Tetapi secara teknis sudah ada 3 EO dan saat ini tinggal dua yang nantinya akan menjadi satu EO yang nantinya akan kita tunjuk. Tetapi kita belum bisa meyebutkan namanya karena Keppres penunjukan langsung tersebut belum kita terima,” tandasnya. (baratamedia)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
