TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. BPKAD Sumsel memutuskan kontrak 19 Tenaga honorer tanpa alasan yang jelas sementara masa kerja mereka rata – rata di atas 5 tahun. Bahkan tanpa sepucuk surat pemberitahuan pemutusan kontrak menurut para tenaga honorer yang di putus kontrak.
“Kami lah jadi honor PHL lebi dari 5 tahun bahkan ado yang lebih, ujar salah seorang tenaga honor yang di pecat. Kami dak pernah dapat SP dari BPKAD tapi kami di pecat ujarnya, lebih lanjut.
Kami dak pernah protes walau gaji kami di potong kalu hari libur ataupun dak masuk kareno sakit, ujar honor yang tidak ingin di sebutkan namanya.
Kami lah di potong gaji kalu hari libur dan dak masuk kareno sakit semenjak tahun 2011, ujar honor yang lain menimpali pernyataan rekannya. Tapi kami tetap nando tangani honor kami sebesak gaji sebulan walaupun gaji kami di potong, ujar honor lainnya.

Kalu memang pemotongan gaji ini sudah berlangsung cukup lama maka hal ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus di tindak lanjuti Pemprov Sumsel khususnya BPKAD Sumsel. “M” adalah oknum BPKAD yang di sebutkan oleh para tenaga honorer yang PHK sebagai pelaku tindakan pemotongan gaji mereka.
Kami siap menanda tangani surat pernyataan bila perlu kalau kami berbohong pak, ujar tenaga PHL yang telah bekerja lebih dari 5 tahun. Kami Cuma ingin menghidupi anak kami dengan gaji sebesak Rp.2,2 juta itu pak, ujar tenaga PHL lainnya. Ado yang lak dapat 2 kali SP tapi dak di PHK kareno masih pamily wong BPKAD, Ujar PHL wanita lainnya.
Sungguh ironis nasib tenaga PHL dan honorer yang di pecat BPKAD, Pemprov Sumsel yang mencanangkan “Asian Games di Palembang” untuk menunjang perekonomian Sumsel malah bertindak sebaliknya, “tidak perduli dengan penghidupan rakyat kecil”.
Laporan: Fery K
Sumber: Transformasinews.com
Editor: Amrizal Aroni
Posted by: Admin
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi