Molen Sidak Pembangunan Hypermart OKU: Jangan Dikira Saya Dapat Duit Ya..

Molen Pelayanan di KPPT OKU “Sudah Curang, Nggak Ada Sopan Santun Lagi”

RMOLSUMSEL

TRANSFORMASINEWS, BATURAJA. Penjabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Maulan Aklil, secara mendadak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) setempat, Jumat (30/10) pagi.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Molen sapaan akrab H Maulan Aklil tiba di kantor KPPT. Tak ada satupun pegawai kantor itu yang menduga bakal kedatangan orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang.

“Mana pegawainya ini,” cetus Molen saat memasuki kantor tersebut pagi tadi tanpa protokoler.

Satu persatu ruangan di kantor ini dimasuki Molen. Bahkan tak sedikit diantara pegawai kantor ini yang tidak tahu kalau yang datang itu adalah Bupati.

Disini Molen cukup berang melihat kondisi ruangan pelayanan yang Air Conditioner (AC-nya) mati alias tidak menyala.

Saat Molen bertanya kenapa tidak nyala, dengan enteng dan bergaya santai, seorang pegawai PNS bernama Desmon Gultom yang diketahui menjabat sebagai Bendahara menjawab begini: “Kalau dinyalakan, listriknya turun Pak,”

Sontak Molen marah dengan alasan sepele itu. Sebab Molen melihat AC di ruangan lain hidup semua. Baik itu di ruangan staf maupun ruangan Kakan, Kasi serta TU.

“Ini curang namanya. Kalian mau enak sendiri. Tidak ada kepedulian!. AC di dalam hidup, di tempat pelayanan mati,” cetus Molen.

Kemarahan Molen bertambah manakala ada seorang PNS yang datang telat saat dia mengumpulkan semua staf di kantor itu.
Betapa tidak, sudah terlambat, PNS satu ini datang tanpa salam. Molen pun berujar bahwa sikap seperti itu sangat tidak sopan.

“Bupati ada disini, salam pun tidak. Kurang ajar. Saya tidak minta dihormati. Cuma logikanya menghadapi Bupati saja begitu, bagaimana mau menghadapi masyarakat. Padahal ini pelayanan,” selorohnya.

Di kesempatan itu Molen mengatakan, bahwa dirinya sengaja sidak ke kantor ini, lantaran KPPT adalah instansi pelayanan.

“Saya tahu “Bos” kalian pergi, dia sudah pamit sama saya. Tapi saya ingin melihat secara langsung pelayanan disini. Tapi ternyata, bos tidak ada kalian santai saja,” cetus Molen lagi.

Suami Hj Diana Murdiana itu pun memberikan arahan arahan pada seluruh staf.

Ia mengingatkan soal pelayanan, karena dirinya juga bekas Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu, Molen juga mengingatkan soal disiplin.

“Tolong kasih yang terbaik, minimal kasih senyuman. Begitupun juga jika yang datang itu LSM atau wartawan. Sebab intensif pegawai disini cukup besar. Habis ini briefing, kalau belum ada perubahan, akan saya rombak,” ancam dia.

Dirinya pun menginstruksikan pada Kasubag TU Dra Lies Narti untuk memberikan sanksi tertulis pada PNS dan Honorer yang tidak masuk kerja hari ini.

“Yang tidak masuk kita beri sanksi tertulis. Kalau perlu kita rolling untuk staf. Karena memang ada beberapa pegawai yang sudah terlalu lama di zona nyaman ini. Jadi perlu penyegaran untuk mereka,” katanya.

Sementara itu, Kasubag TU Dra Lies Narti mengungkapkan bahwa Kepala KPPT M. Yoki Februansyah, saat ini sedang Kungker ke Jogya bersama Kasi-kasi mengenai urusan waralaba/ toko modern.

Perihal disiplin pegawai, ia pun Curhat kepada Molen susah mengaturnya. Sudah sering kali kata dia diberi pembinaan, tapi tetap ada saja yang membandel.

“Saya sebagai TU juga kebingungan Pak. Kalau dimarahi merajuk, kemudian nulis dak karu karuan di facebook,” gerutunya.

Proyek Pembangunan Hypermart Menuai Protes, Usut Punya Usut Belum Ada IMB dan Amdal-nya

PROYEK PEMBANGUNAN HYPERMART DI JL A YANI DESA TANJUNG BARU, KECAMATAN BATURAJA TIMUR/RMOLSUMSEL

Proyek pembangunan Hypermart di Jl A Yani Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, atau persis di sebelah kampus AKMI Baturaja, yang telah berlangsung tiga bulan belakangan ini menuai keluhan dari kalangan masyarakat.

Bahkan keluhan tersebut sempat dilontarkan langsung Direktur AKMI Baturaja, Naproni, kepada Penjabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Maulan Aklil melalui media sosial (Facebook) baru baru ini.

Disitu, Naproni memohon Pj Bupati OKU untuk menegur proyek pembangunan Matahari (Hypermart) yang berada persis di sebelah kampus yang dipimpinnya itu. Ini dikarenakan debu dan bisingnya pembangunan yang membuat mahasiswa mulai bergejolak.

“Saat ini masih bisa saya tahan. Namun kalau tidak ada campur tangan pemerintah, maka saya takutnya mahasiswa saya yang berjumlah sekitar 1.500-an tidak bisa terkoordinir dengan baik. Terima kasih, salah hormat, Naproni,” tulis dia di dinding Facebook pribadi H Maulan Aklil.

Keluhan itu ternyata direspon langsung oleh orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang ini.

“Terima kasih atas infonya Pak Naproni. Salam buat teman teman mahasiswa AKMI dan seluruh civitas akademikanya,” demikian jawab Molen, sapaan akrab H Maulan Aklil.

Saat ditemui Rakyat Merdeka Online Sumsel kemarin, Molen mengaku sudah menyurati hal yang jadi sorotan masyarakat itu ke pihak pengelola. 

Sebab, diakui Molen bahwa ternyata proyek pembangunan Hypermart tersebut belum mengantongi IMB. Apalagi Amdal.

“Memang izin prinsip sudah saya teken. Tapi IMB belum ada, Amdal juga belum. Karena belum lengkap itulah, saya sudah menyurati agar menyegerakan hal itu,” ungkap Molen.

Lebih lanjut Molen menegaskan, bahwa hal-hal yang diinformasikan masyarakat kepadanya seperti yang diutarakan Naproni itu, akan segera ia follow up. Terlebih pada hal pelayanan.

Nah. Kaitannya dengan proyek pembangunan Hypermart, tentu sudah pasti itu akan menimbulkan debu dan kebisingan.

Sudah seharusnya pihak pelaksana proyek menghargai keluhan itu. Meski demikian, pemerintah dalam hal ini akan bersikap bijak menyikapinya.

“Bukan serta merta dengan kekerasan, saya surati dulu. Dan ini mestinya harus mereka tanggapi. Karena kita juga sadar bahwa proyek itu tentunya juga berguna membantu pertumbuhan ekonomi. Tapi, kalau tidak ada niat ke arah sana, terpaksa Sat Pol PP turun, dan kita stop pengerjaannya,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Rabu pekan lalu pelaksana pembangunan proyek Hypermart mendatangi Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). Dalam kunjungan itu, diceritakan Kepala KPPT, Yoki Februansyah, ada hal yang harus diluruskan, terutama soal perizinan pembangunan.

“Pengelola datang untuk mengurus perizinannya dalam hal ini IMB,” ucap Yoki, dibincangi wartawan.

Dikatakan Yoki, selama ini pihak pengelola memang belum mengajukan pembuatan IMB.

Dijelaskan Yoki, bangunan Hypermart yang sudah dibangun di kawasan Dusun III itu, sudah mengantongi izin prinsip dan izin tata ruang dari Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD).

“Dua izin sudah mereka dapat dan masih proses untuk izin Amdal dari Provinsi Sumsel,” bebernya.

Terkait izin Amdal, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) OKU, H Iskandar Zulkarnaen, dibincangi wartawan menyebutkan, sebenarnya pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tidak harus ke Palembang, karena di kabupaten OKU sudah ada komisi yang mengurusi itu.

Hanya saja, BLH OKU belum berani mengeluarkan Amdal, karena proses pembangunan sudah berjalan.

Sesuai UU jelas Iskandar, harus ada izin lingkungan dulu. Baru setelahnya pemerintah mengeluarkan Amdal. Amdal sendiri harus dibuat perusahaan sebelum pembangunan dimulai. Nah, sejauh ini perusahaan tersebut belum melakukan izin lingkungan.

BLH, dikatakan Iskandar, sudah menerima permohonan pembuatan Amdal. Namun, pihaknya belum berani mengeluarkan. Lantaran, fatwa yang dikirim pihak BLH ke Kementrian Lingkungan Hidup, belum ada respon hingga kini.

“Kalau memang mengurus ke Provinsi, paling tidak kami dikabari. Tapi, sampai saat ini belum ada koordinasi dari Provinsi,” imbuhnya.

“Seharusnya, jika memang belum ada Amdal, pengerjaan harus dihentikan. Tapi, kalau provinsi bisa mengeluarkan Amdal, berarti mereka berani. Karena itu tadi, soal Amdal sudah ada aturan,” pungkasnya.

Molen Sidak Pembangunan Hypermart OKU: Jangan Dikira Saya Dapat Duit Ya..

SIDAK PEMBANGUNAN HYPERMART OKU/ RMOLSUMSEL

Merespon gejolak masyarakat terkait proyek pembangunan Hypermart di Jalan A Yani Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur atau persis di sebelah kampus AKMI Baturaja, Penjabat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Maulan Aklil, siang tadi (Minggu 1/11) sekitar pukul 12.30 wib, langsung melakukan sidak.

Kedatangan orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang yang didampingi Kepala PU BM, Ir Hilman, Kepala BLH Iskandar, Camat Baturaja Timur Lukmanul Hakim, Kades Tanjung Baru Rismalina serta Kabag Humas dan Protokol Setda OKU Riduan, ini sempat membuat pihak kontraktor kaget dan tak menyangka mendapat kunjungan tersebut.

“Saya mendapat laporan dari masyarakat yang mengaku resah dengan pembangunan ini. Banyak yang telpon saya. Makanya saya datang kesini, nanti dikira Bupati dapat duit. Kalau dengan begini kan jelas permasalahannya,” ujar Molen sapaan akrab H Maulan Aklil yang tampak masih memakai kemeja batik sebagai tanda kalau dirinya baru pulang dari kondangan.

Di kesempatan itu, Molen meminta kepada pihak terkait untuk segera melengkapi berkas-berkas yang diperlukan dalam proses pembangunan proyek ini.

Karena seperti diketahui, ternyata proyek pembangunan Hypermart tersebut belum mengantongi IMB. Apalagi Amdal.

“Saya minta itu segera dibereskan. Karena ketidaktahuan masyarakat, ini akan menimbulkan persepsi lain. Ya, kalau kita mau keras, bisa saja kita turunkan Sat Pol PP untuk menghentikan pekerjaan ini,” ujar Molen.

Meski demikian, banyak hal yang jadi pertimbangan pemerintah daerah. Sebab disadari, sedikit banyak pembangunan ini akan menimbulkan multi efek positif bagi perekonomian masyarakat.

“Ya kira tentunya bangga dengan kehadiran mall ini. Kita berharap dengan adanya pembangunan ini dapat mendongkrak pembangunan di OKU,” katanya.

Molen juga berharap pihak pengelola dapat mengedepankan kearifan lokal. Seandainya mall tersebut beroperasi, dirinya meminta perusahaan tersebut menyedot tenaga kerja putra daerah.

Sementara itu, Kades Tanjung Baru Rismalina mengatakan, bahwa dalam hal prosedur pihak pengelola tidak menyalahi. Hanya tinggal menjalankan tahapan.

Sebab, prosesnya kata dia, sudah berjalan dan izin prinsip sudah keluar. Sedangkan IMB dan Amdal sejauh ini masih dalam proses.

“Mereka juga sudah datang ke kita. Memang menurut berkas, belum lengkap. Harusnya kiri kanan tanda tangan persetujuan lingkungan dulu. Tapi mereka tidak menyalahi prosedur, tinggal tahapan saja,” katanya.

Sedangkan, Hanggar, yang mengaku dari bagian proyek struktur bangunan, mengaku tidak bisa menyampaikan banyak hal. Sebab pihaknya hanya sebagai bagian dari proyek.

Namun, sedikit yang ia tahu bahwa soal Amdal, kata dia, suratnya sudah masuk ke Kementerian Lingkungan Hidup. Begitupun dengan IMB, menurut dia saat ini sedang proses.

“Soal Amdal surat kita sudah masuk kesana (Kementerian). Sedangkan untuk pengurusan itu (IMB) lama dan memang begitu, apalagi ini sudah berjalan. Lagian sebagian banyak proyek kita, memang begitu modalnya,” ujar dia.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa rencananya pada Desember ini untuk Hypermart akan segera dibuka. Perihal tercapai atau tidak, pihaknya mengaku belum tahu. Yang pasti, tahun depan dimungkinkan seluruh konstruksi bangunan ini selesai semua.

“Bangunan ini rencananya dua lantai setengah. Luasnya satu hektar. Disini akan ada Hypermart, Cinemax, Matahari dan tenan-tenan lain,” beber dia.

Laporan: Muhammad Wiwin[sri/rhd]
Sumber: Rmol
Posted by: Amrizal Aroni
WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016