Palembang – Menjelang pemungutan suara ulang pilkada gubernur, suhu politik sedikit memanas karena beredar kampanye hitam menyoroti kandidat tertentu dengan isu korupsi dan asusila.
Menurut Zaini, salah seorang warga di Palembang, kampanye hitam tersebut berpotensi menimbulkan gesekan antar tim sukses kandidat dan bisa memicu terjadinya bentrokan, Jumat (16/8).
Sebelum hal tersebut terjadi serta menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), diharapkan kepada aparat kepolisian dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu) untuk melakukan tindakan yang dapat meredakan kampanye hitam yang bergulir sekarang ini.
Masyarakat beraharap pelaksanaan pilkada ulang tersebut bisa berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta dapat menghasilkan pemimpin terbaik untuk mewujudkan Sumsel yang lebih maju dan sejahtera, kata warga.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Polisi R. Djarod Padakova mengatakan, pihaknya akan semaksimal mungkin melakukan pengamanan pemungutan suara ulang pemilihan gubernur dan wakil gubernur periode 2013-2018.
Untuk menciptakan kondisi Kamtibmas yang kondusif menjelang, selama, hingga pasca pilkada ulang itu, pihaknya akan menggelar operasi mantap praja dengan menurunkan ribuan personel di lima kabupaten dan kota yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK) melaksanakan pemungutan suara ulang.
Pengamanan akan difokuskan di seluruh wilayah Kota Palembang, Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan satu kecamatan di Kabupaten OKU Selatan.
Pengamanan di wilayah yang akan melaksanakan pemungutan suara ulang itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan antartim sukses dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya, memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS), serta mengamankan proses penghitungan suara, kata dia pula
sumber: sayangi.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
