LPI : “Provokator Penghancuran 20 Rumah Warga”

demo lpi okutTransformasiNews.com, Martapura-Pemerintah Kabupaten OKU Timur  (OKUT) melalui tim ter-padu rencananya bulan Desem-ber ini akan memanggil man-agement pT. Laju Perdana Indah (LPI), guna  menanyakan masalah ganti rugi lahan seluas 1.700 hek-tar yang diduga diserobot oleh PT. LPIdari masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 300 kepala keluarga (KK) sejak satu minggu terakhir, telah mendirikan pondok di lahan yang mereka klaim telah diserobot PT. LPI.pendirian pondok oleh masyarakat tersebut menyusul adanya izin yang dikeluarkan saat pertemuan antara Komisi I, unsur muspida dan masyarakat Mulya Jaya.Izin pendirian bangunan non permanen itu akhirnya menyulut emosi ratusan kary-awan LPI sehingga melakukan unjuk rasa di kantor DPRD dan meminta pencabutan izin pendirian bangunan tersebut, Sabtu (14/12/2013).

“Kita sudah agendakan pemanggilan terhadap PT LPI untuk menanyakan mengenai ganti rugi lahan yang saat ini di klaim warga telah diserobot oleh PT LPI. Kita akan menan-yakan kapan LPI telah melaku-kan ganti rugi, dengan siapa dan apa buktinya. Setelah itu maka akan diketahui apakah lahan tersebut sengketa atau tidak,” terang Asisten I Setda OKU Timur, Kori Kuntji SH da-lam pertemuan dengan Komisi I dan karyawan PT LPI, Sabtu (14/12/2013), yang dibaren-gi dengan unjuk rasa ratusan karyawan.Pada pertemuan itu, ang-gota Komisi I Zabidi Saleh me-nilai lahan yang saat ini men-jadi konflik antara masyarakat Mulya Jaya dengan PT. LPI di-duga karena telah terjadi pe-nelantaran.

Menurutnya, berdasarkan peta desa, lahan yang di klaim oleh PT. LPI tersebut masuk dan Gubenur Sumsel.“Saat pemekaran diajukan peta desa seluas 3.196 hektar, namun kenapa sekarang tiba-tiba ada HGU milik LPI seluas 1.700 di dalam peta desa itu. Peta desa itu disahkan lang-sung oleh DPRD dan gubernur jadi bukan main-main,” ung-kap Zabidi Saleh.Lebih lanjut dikatakan za-bidi, untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih mendalam ke-napa di dalam peta desa yang disahkan waktu pemekaran ada HGU.

Perlu adanya pene-litian mendasar kenapa ada HGU disana. Sementara karyawan PT. LPI Akhmad Basyar Taufik yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, lahan yang diklaim masyarakat mi-lik mereka merupakan lahan LPI yang masuk dalam HGU perusahaan. Aktifitas warga mendirikan pondok dilokasi tersebut, kata dia, telah meru-sak tanaman tebu sehingga berimbas pada menurunnya jumlah produksi gula.“Kami meminta kepada aparat penegak hukum agar memproses pengrusakan di perusahaan.

Dan pelakunya harus ditindak tegas,” ujarnya. wartawan di OKU Timur te-lah menerima sejumlah uang untuk pemberitaan masalah sengketa lahan tersebut, seh-ingga pemberitaan selalu me-nyudutkan LPI.“Selama ini kita selalu melakukan konfirmasi kepada pihak PT. LPI dan tidak pernah kita membuat pemberitaan se-cara sepihak. Namun mereka mengatakan kita telah mener-ima uang di hadapan ratusan karyawan, polisi, Pol PP dan anggota DPRD yang didengar sejumlah masyarakat.

Ini su-dah menjadi fitnah dan harus dilakukan klarifikasi agar tidak merusak nama lembaga pers,” ungkap Evan, salah satu wartawan di OKU Timur yang sempat emosi mendengar pernyataan karyawan yang melakukan orasi mengguna-kan pengeras suara di hala-man kantor DPRD.

Ketua LSM Indoman Ir.Amrizal Aroni  MSi, menanggapi penghancuran 20 rumah warga non permanen dilahan milik warga Mulia Jaya yang dilakukan oleh karyawan dan Pam swakarsa PT LPI diduga perbuatan tersebut telah dibekingi oleh PT LPI/ yang merupakan provokator dalam sengketa oleh LPI karena te-lah memiliki HGU, yang sebe-narnya PT LPI telah merampas tanah warga.

Maka, kejadian pada Jumat (13/12) merupakan tindakan pidana untuk itu diharapkan aparat dapat menegakan hu-kum secara adil. Jangan sam-pai muncul opini masyarakat pihak penegak hukum pilah pilah dalam mengusut tindak pengerusakan. “Saya harapkan pihak penegak hukum harus tetap memproses tindakan pengerusakan yang dilaku-kan oleh pihak PT LPI mela-lui karyawan dan Pam swa-karsa, “ tegas Amrizal, seraya menambahkan jangan sampai dalam pengusutan permasalahan tersebut hanya warga yang diusut.

Mengenai salah seorang karyawan PT LPI yang menud-ing wartawan di OKU TImur telah menerima suap, ia harus membuktikan sejauhmana ke-benaran tudingan suap, kare-na hal tersebut sudah meren-dahkan insan pers.Masih menurut Amrizal, sebaliknya pihak pers harus segera melaporkan tuduhan yang merendahkan insan pers.  Berita Anda.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.