Empat Lawang – Dunia pendidikan di Kabupaten Empat Lawang benar-benar tercoreng, oleh ulah oknum guru dan murid yang merekam adegan mesra mereka di sungai. Rekaman yang menyebar setelah diunggah ke youtube, diduga direkam melalui handphone, sehingga menghebohkan masyarakat dan sekolah tempat guru tersebut bertugas.
Informasinya, Minggu (22/09) menyebutkan rekaman oknum guru honorer salah satu SMKN di Kabupaten Empat Lawang dengan dua teman pemuda lainnya, yang terlibat asmara dengan muridnya diupload ke youtube oleh dirinya sendiri. Rekaman berdurasi 08.16 detik tersebut, juga menyebar dari handphone ke handphone via bluetooth dan perangkat lainnya.
Dalam rekaman video yang diduga direkam di sungai salah satu lokasi wisata di Kecamatan Tebing Tinggi yang dikenal dengan nama Muare ini, menampilkan oknum guru honorer diketahui berinisial HS; dan dua teman prianya berinisial H dan Y, sedang bermesraan dengan tiga siswanya berinisial Di; Se; dan Re, beserta dua siswi lainnya yang masih duduk di SMP berinisial In; dan Rt.
Dalam keadaan basah kuyup di atas sungai yang memang jernih dan bermuara ke Sungai Musi ini, delapan orang ini tampak bermesraan, berpelukan dan berciuman tanpa rasa malu, saat direkam oleh temannya sendiri. Bahkan tampak dua wanita berciuman ala lesbian. Berulang kali sang perekam video menyebut pasangan tersebut, untuk beradegan layaknya sutradara film.
Adegan seronok ini pun mendapat sorotan dan pukulan keras dari masyarakat. Karena apa yang dilakukan tidak menunjukkan seorang berpendidikan, apalagi dilakukan oleh kalangan pendidik itu sendiri. Hal ini dinilai sangat mencoreng dunia pendidikan, terutama di wilayah Kabupaten Empat Lawang.
“Seorang guru semestinya memberikan contoh dan tauladan bagi siswanya, sebaliknya siswa mesti mencontoh hal yang baik dan konsentrasi menuntut ilmu pendidikan. Bukan sebaliknya, seperti ini adalah tindakan yang tak senonoh,” kesal salah seorang warga Tebing Tinggi yang tak mau disebutkan namanya ini.
Dikatakannya, rekaman video ini tidak hanya menyebar di lingkungan sekolah tersebut, tetapi sudah menyebar luas ke tengah masyarakat. Hal ini pun menjadi bahan perbincangan masyarakat luas, sehingga menghebohkan masyarakat. Beredarnya video ini meresahkan masyarakat, sehingga mengecam aksi guru dan siswa yang berbuat amoral tersebut.
“Mereka yang terlibat harus diberikan sanksi, karena sudah berbuat amoral dan menyebarkannya ke muka umum. Apalagi ulah mereka melecehkan dunia pendidikan yang semestinya mereka jaga nama baiknya,” katanya.
Kepsek salah satu SMK di Tebing Tinggi Syaiful Effendi; melalui Waka Kesiswaan Rahmat, juga tidak menampik adanya rekaman video siswanya yang dinilai sudah berbuat asusila dan mengarah pada perbuatan mesum. Dirinya mengaku kaget saat video tersebut menyebar di lingkungan sekolahnya.
“Kita sudah melakukan panggilan dan meminta agar wali murid bersangkutan datang hari Senin ini, nantinya akan kita perlihatkan kepada orang tuanya rekaman video tersebut. Kalau pria-nya bukan guru, melainkan pembantu teknik kita dan memang alumni SMK kita,” ungkapnya.
Disinggung mengenai sanksi kepada siswanya, dirinya belum bisa memastikan, namun tidak menutup kemungkinan akan diberhentikan dari sekolah. Keputusan yang akan diambil melalui rapat dengan kepala sekolah dan pihak komite.
“Kalau sudah menyebar kepada masyarakat luas, itu kan sudah besar dampak buruknya, apalagi berbuat asusila bahkan mesum. Ya, nantilah apa sanksinya setelah rapat pihak sekolah dengan komite, yang jelas sudah mencoreng nama baik sekolah tindakan mereka ini,” tegasnya. (palembang-pos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi