Jakarta – Dinasti politik keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memang sudah terbentuk sejak lama. Bahkan keluarga Ratu Atut telah membangun dinasti politiknya sejak era Orde Baru.
Juru bicara keluarga Ratu Atut Chosiyah, Fitron Nur Ikhsan mengatakan jika ayah dari Ratu Atut yakni Tubagus Chasan Sochib memang telah membangun jaringannya sejak tahun 1960.
Ceritanya, pada tahun 1960 tersebut dari keluarga Atut merangkul seluruh jawara yang ada di Banten.
“Kalau jawara, memang ayahnya Atut itu suka jaipong. Orang tuanya Atut itu orang yang memelihara kearifan lokal (budaya lokal). Dan seni dan budaya itu dirawat dengan baik oleh keluarga Atut,” ujar Fitron dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (12/10/2013).
Para jawara Banten ini lantas berkumpul dan diakomodasi oleh keluarga Atut. Setelah dijaga dan dirangkul, para jawara-jawara di Banten tersebut membentuk organisasi-organisasi yang saat ini sudah menjadi besar.
Organisasi-organisasi itulah yang menjadi kekuatan Ratu Atut hingga saat ini. Bahkan dengan jaringan organisasi itu keluarga Atut mendapat intensif politik lewat jaringan tersebut.
“Jawara itu muncul dan jadi organisasi kemudian dirangkul oleh almarhum ayahnya bu Atut itu yang jadi gressroot. Jawara yang dirawat oleh almarhum itu kan sudah tua-tua, beda dengan sekarang yang muda,” jelasnya.
Untuk itu, jika banyak para jawara yang dimiliki oleh keluarga Atut sebagai pemimpin hal ini menjadi sebuah hal yang wajar. Sebab, jaringan politik yang sudah dibangun oleh keluarga Atut tersebut berlangsung sudah sejak lama. (inilah)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi