PALEMBANG – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) kota Palembang masih menemukan keganjilan pemilih pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di wilayah Palembang. Ini sesuai hasil pencermatan pengawasan daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan KPU setempat sebelumnya.
Ketua Panwaslu Palembang, Amrullah mengatakan, berdasarkan pengawasan DPT yang dilakukan panitia pengawas kecamatan (panwascam) di 16 kecamatan di Palembang, setidaknya ditemukan ratusan mata pilih yang masih terdaftar, padahal sebelumnya sudah mereka rekomendasikan untuk dicoret pada Pemilihan Gubenur Sumsel 6 Juni lalu.
“Kami jajaran Panwas sekarang lagi melakukan pencermatan DPT pileg 2014. Ada beberapa temuan diantarny tidak dilakukanny pemutakhiran DAK2 (Data Agregat Kependudukan per Kecamatan) menjadi DPS (Daftar Pemilih Sementara), DPS pileg diambil dari DPT pilgub. Sehingga masih tidak akurat dan validnya data DPT hasil pleno pada 13 September lalu, karena masih terdapat orang yang pindah, meninggal, dibawah umur dan menjadi anggota TNI tapi masuk dalam DPT Palembang,” ujar Amrullah, Minggu (22/9).
Atas temuan ini, dia mengintruksikan panwascam untuk merekomendasikannya ke Panitia Pemilih Kecamatan (PPK).
Tujuannya agar PPK lebih teliti dalam melakukan pengecekan sehingga tidak terjadi pemilih yang tidak berhak, pemilih yang tidak terdaftar ataupun pemilih ganda pada daftar pemilih tetap (DPT) sekarang.
“Kita konfirmasi ke setiap PPK, dan saat ini seluruh PPK masih melakukan perbaikan DPT sampai 30 September. Jajaran Panwas akan melakukan pengawasn DPT dengn melakukan validasi dan pencermatan DPT sampai 5 Oktober, sebelum disahkan sekitar tanggal 11 Oktober mendatang,”ungkapnya.
Ditambahkan Amrullah, apabila masih banyak ketidak akuratan DPT yang ditemukan pihaknya nanti, akan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Sumsel dan RI untuk ditindaklanjuti.
“Kita (Panwaslu) akan memberikan rekomendasi kepada Bawaslu, untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk menyikapi permaslahan DPT di kota Palembang,”pungkasnya. (tribunnews)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi