Kapolres OKU Menangis, Teringat Juga Penyerangan Armed

Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIK dan Istri

TRANSFORMASINEWS, BATURAJA. Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIK , akhirnya tak kuasa menahan tangis tatkala berpamitan dengan jajarannya beserta seluruh awak media dan Sat Pol PP, pada acara silaturahmi dalam rangka pamitan Kapolres OKU dan ketua bhayangkari cabang OKU, di gedung Kesenian Baturaja, Kamis (16/4).

Ia menyeka air mata dengan saputangannya. Peristiwa mengharukan itu terjadi usai Kapolres menyampaikan sambutan dan didaulat menyumbangkan lagu.

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya persembahkan lagu ini,” ujar Mulyadi menyanyikan lagu kenangan Broery Marantika “Ijinkan Aku Pergi”.

Nah, di saat menyanyikan lagu itulah, Kapolres yang didampingi istri tercinta akhirnya menangis meski sebelumnya ia sempat mampu menahan rasa sedih meninggalkan Bumi Sebimbing Sekundang.

Sontak, suasana haru langsung menyelimuti gedung yang diisi para anggota Polres ibu-ibu Bhayangkari, para anggota Sat Pol PP dan seluruh awak media.

Terlihat, hampir semua ibu-ibu bhayangkari ikut larut dalam kesedihan. Mereka pun terlihat bercucuran air mata. Sungguh, peristiwa yang sangat mengharukan di lingkungan Polres OKU ini baru kali pertama terjadi.

Sementara, kesedihan juga sangat dirasakan oleh anggota Polres OKU lainnya, termasuk wartawan. Tak sedikit dari mata mereka terlihat memerah lantaran menahan haru.

Betapa tidak, sejak dirinya dipercaya menjadi pemegang tongkat komando korps seragam coklat pasca peristiwa penyerangan anggota Armed ke Mapolres OKU 2 tahun lalu, Mulyadi banyak membawa perubahan baik ke dalam (internal Polres) maupun ke luar.

Semua kalangan ia rangkul. Termasuk media massa. Tak heran, banyak dari mereka merasa kehilangan sosok pimpinan, orang tua, kawan dan seorang partner.

Ya. Keluarga besar Polres OKU benar-benar merasa kehilangan atas kepindahan Kapolres OKU AKBP Mulyadi, yang dipromosikan Wakasat 4 Denlat Korbrimob Kelapa Dua, Depok.

Seperti yang diutarakan Wakapolres OKU, Kompol Heri Wibowo. Dimana secara pribadi dirinya pun merasa sangat kehilangan AKBP Mulyadi yang ia anggap sebagai orang tua. Dan sangat berat berpisah dengan beliau.

Menurutnya, seorang AKBP Mulyadi merupakan sosok panutan yang susah dicari.

“Yang bisa merubah keadaan pasca kerusuhan, sampai sekarang muncul kembali kepercayaan dari seluruh anggota dan. Saya merasakan sekali itu, walau waktu itu saya belum bergabung dengan Polres OKU. Banyak kesan-kesan dengan beliau. Saya merasa kehilangan partner,” ujarnya.

Senada disampaikan Kasat Pol PP OKU, Agus Salim. “Sebenarnya apa yang disampaikan Pak Waka, sama. Ada rasa haru yang mendalam. Secara pribadi dan institusi kami ucapkan terima kasih, karena sejak Pak Mulyadi memimpin banyak perubahan,” ucapnya.

Begitu juga disampaikan GM OKU Ekspres, selaku perwakilan wartawan. Menurutnya, AKBP Mulyadi sosok Kapolres yang banyak membawa perubahan. Bahkan mampu merekatkan hubungan antara wartawan dan kepolisian.

“Tidak ada yang bisa kami berikan, hanya doa. Kami sadar Ini tuntutan tugas dan karir bapak. Kami mohon maaf bila ada kesalahan kami yang menyinggung perasaan,” katanya.

Sementara itu, AKBP Mulyadi dalam sambutannya mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih atas kerjasama yang terjalin selama dirinya memimpin. Ia sedikit mengulas ketika ia pertama mendapat tugas sebagai Kapolres OKU.

“Waktu itu tanggal 17 Maret 2013, bagaikan mimpi di siang bolong. Sebab hari itu juga saya ulang tahun. Merasa mendapat barokah dan juga beban amanah. Tapi saya harus ke Baturaja dengan kondisi seperti itu,” ulasnya.

Selama 2 tahun 1 bulan menjabat sebagai Kapolres, menurut Mulyadi, itu menjadi titik sejarah buat Polres OKU.

“Pasca penyerangan, saya masuk ke Armed sendirian. Mobil dikemudikan ajudan. Kalau dipikir-pikir waktu itu, bodoh juga. Kalau terjadi apa-apa mungkin tambah kacau negeri ini. Tapi nawaitu saya masuk dan Tuhan melindungi saya,” katanya.

Dari situ pula, ia bergerak menggandeng teman-teman media massa, yang ia ibaratkan dua sisi mata uang. Satu sisi menguntungkan dan satu sisi merugikan.

“Media inilah yang berperan sebagai corong kita. Makanya saya kumpulkan untuk ajak kerja sama dan saling bantu. Mereka sudah saya anggap sebagai keluarga besar Polres OKU. Jadi tolong media jangan ditinggalkan, dia teman kita,” pesannya.

SUMBER:[RMOL/AR]

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016