PALEMBANG – Sebanyak 5.000 personil dari pasukan TNI yang bertugas di Sumsel, akan dikerahkan dalam pengamanan tamu-tamu penting, Very Very Important Person (VVIP) baik itu kepala negara atau kepala pemerintahan yang akan hadir pada perhelatan pekan olahraga negara islam atau Islamic Solidarity Games (ISG) di kota Palembang 22 September-1 Oktober mendatang.
“Jumlah personil keseluruhan yang akan kita libatkan sekitar 4.000 hingga 5.000 personil,”kata Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo YP, selepas menggelar pasukan pengamanan tamu VVIP yang dilaksanakan, Jumat (20/9) di Griya Agung Palembang.
Gelar pasukan itu sendiri dalam rangka kesiapan pengamanan VVIP, kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bersama para pejabat negara lainnya, yang akan menghadiri pembukaan pesta olah raga tersebut pada 22 September.
Dimana dalam gelar pasukan tersebut, dihadiri sekitar 2.000 personel gabungan TNI AD, AL, AU, Polri, Pol PP, Pemadam Kebakaran dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Serta menghadiri alat penunjang lainnya seperti panser Anoa.
Dalam arahannya kepada seluruh personil yang hadir, Pangdam berharap agar pihak keamanan tersebut, selain melaksanakan Pam VVIP juga diharapkan turut mensukseskan acara pesta olah raga tersebut.
Apel gelar pasukan ini merupakan sarana untuk melakukan pengecekan kesiapan tugas pengamanan, baik perorangan maupun satuan dan alat perlengkapan yang digunakan sehingga dalam pelaksanaan tugas pengamanan VVIP dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Lebih lanjut jenderal berbintang dua tersebut mengatakan, kegiatan pengamanan VVIP melibatkan banyak instansi, baik sipil maupun militer. Oleh karena itu, melalui apel gelar pasukan ini diharapkan akan tercipta kesiapan yang sungguh-sungguh dan terjalin sinkronisasi dan koordinasi yang baik antar instansi terkait dalam rangka Pam VVIP tersebut.
Sementara Danrem 044/Gapo, yang juga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pengamanan tamu VVIP ISG, Kolonel Inf Rochadi, mengungkapkan dalam pengamanan tamu VVIP itu nanti tidak ada yang diistimewakan, khususnya negara yang sekarang sedang mengalami konflik seperti Mesir dan Suriah, karena pengamanan tamu VVIP semuanya sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Pengamanan negara konflik tidak diistimewakan tapi kita samakan, karena kita ada standar opersional prosedur (SOP) dalam pengamanan itu,” terangnya.
Diakui perwira dengan melati tiga dipundaknya ini, pihaknya siap untuk mensukseskan pelaksanaan event yang mayoritas diikuti negara OKI tersebut.
“Danrem selaku Dansatgas VVIP secara umum sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Jadi intinya saya selaku Dansatgas VVIP mengamankan personil kepala negara atau setingkat bagi mereka yang datang kemari, mulai datang sampai pergi,” ungkapnya.
Dalam pengaman tamu VVIP nanti, satuan Satgas akan mengamankan ring II, sedangkan ring satu akan dilakukan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Sementara di ring III akan dilakukan personil kepolisian dari Polda Sumsel dan polresta Palembang.
“Objek pengamanan mulai rute perlintasan, tempat kegiatan, hingga penginapan. Dimana pengaman mulai dilakukan sejak dari Bandara,” pungkasnya.
Lebih lanjut, selain fokus pengamanan fisik pimpinan negara pihaknya juga memastikan akan menyebarkan satuan intel untuk mendeteksi dini ancaman atau gangguan nantinya, serta menyebarkan sniper yang yang tersebar dititik-titik tertentu.
“Soal pengamanan rute yang dilalui tamu VVIP, setiap 200 meter akan ada personil baik TNI ataupun Polri,” pungkasnya. (tribunnews)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
