TRANSFOMASINEWS, PALEMBANG. Kendati per 1 Maret 2015 Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) merealisasikan tunjangan rumah anggota dewan sebesar Rp17 juta perbulan, pimpinan DPRD Sumsel masih juga mengeluh.
“Kita akan membicarakannya lagi dengan Sekda, rencana awal maret ini sudah bisa direalisasikan dana tunjangan rumah ini, meskipun masih dirasa kurang dari anggaran tersebut,” ungkap Chairul S Matdiah, Wakil DPRD Provinsi Sumsel , Selasa (24/2) kepada wartawan.
Sementara Amrizal Aroni ketua LSM-INDOMAN menanggapi keluhan wakil ketua DPRD Provinsi Sumsel “Sangat disayangkang peryataan yang keluar dari Chairul S Matdiah, Wakil DPRD Provinsi Sumsel, mereka ini baru dilantik belum menunjukkan hasil kerja maksimal sudah minta kenaikan tunjangan perumahan, baru saja disetujui kenaikkan dari 13 juta perbulan menjadi 17 juta perbulan bukanya bersukur malah mengeluh masih kurang dan minta tambah menjadi 19 juta perbulanya, bukanya menambah semangat kerja malah mengeluh kurang, sungguh kasian bila ” Oknum DPRD Prov Sumsel Tamak dan rakus uang tanpa melihat hasil kerja dan meraka tidak peka terbadap kondisi masyarakat sumsel yang masih susah abibat infrastruktur masih banyak yang jelek, ini seharusnya mendajadi Prioritas kebijakan DPRD sumnsel untuk memperjuangkan dan memperlancar jalanya perekononian daerah” ujar Amrizal mengakhiri pembicaraan.
Masih menurut Chairul jika dibandikan dengan provinsi lain biaya tunjangan rumah anggota DPRD hampir rata-rat a di atas angka Rp19 juta.
“Tapi apa boleh buat jika yang disetujui oleh Gubernur Rp17 juta dan itu dilihat dari dana yang ada, untuk saat ini kita terima, namun kedepan akan kita usahakan lagi untuk tunjangan rumah di angka di atas Rp17 juta,” tutupnya.
Sumber: [RMOL/Indoman]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi