TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Menanggapi kasus meninggalnya pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) yang diduga dipaksa pulang saat sekarat, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumsel, Kartak SAS, pun angkat bicara.
Menurutnya, program BPJS Kesehatan ini jauh lebih buruk dibandingkan program berobat gratis yang sudah lama dicanangkan oleh Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumsel.
“BPJS Kesehatan tambah buat sulit rakyat, lebih bagus program berobat gratis dari Pemprov Sumsel sebelumnya,” katanya kepada wartawan, Rabu (14/1).
Program pembiayaan kesehatan murah yang dicanangkan pemerintah pusat dinilainya masih banyak penyempurnaan yang belum diselesaikan, sehingga hingga sekarang masih mempersulit rakyat, bukan malah mempermudah.
Seperti contohnya, biaya perawatan dari BPJS Kesehatan sudah dipatok, dan jika biaya pengobatan lebih dari batas pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, masyarakat masih akan menanggung kelebihan biayanya.
“Misalnya batas pembiayaan dari BPJS Kesehatan sebesar Rp 10 Juta. Jadi kalau biaya rumah sakit lebih dari batas biaya BPJS Kesehatan, masyarakat harus bayar sendiri. Seharusnya dicarikan solusi, jangan mempersulit,” ungkapnya.
Selain itu, ia menilai BPJS Kesehatan tidak menghargai profesi dokter dengan penggantian biaya praktek yang sangat minim, pelayanan rumah sakit jadi malas-malasan.
“Banyak kasus pasien BPJS Kesehatan yang ke rumah sakit, namun sering dibilang kamarnya kosong. Ini sangat tidak sesuai dengan programnya. Saya juga ingin kepala BPJS Kesehatan Sumsel menghadap kesana, mari diskusi bersama,” paparnya.
Sumber: [rmol]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi