Fitra: Aroma Korupsi di Kemendagri Capai Rp8,8 T

BARATAMEDIA – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mengungkap penyimpangan dana bansos yang digunakan untuk E-KTP dan belanja modal baju hansip sebesar Rp 8,8 triliun.

Demikian Koordinator Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Kadaffi saat konferensi pers “STOP Penyimpangan APBN” di Kantor FITRA, Minggu (15/09).

Ucok menjelaskan tahun 2012, pagu anggaran bansos Kementerian Dalam Negeri Rp 9,3 triliun. FITRA menemukan sebesar Rp 8,8 triliun realisasi penyimpangan dana bansos yang digunakan untuk E-KTP dan belanja modal baju hansip.

“E-KTP bermasalah, belum lagi belanja modal baju hansip, kementerian dalam negeri sudah masuk zona merah,” ujar Ucok.

Di sisi lain, FITRA meminta Kemendagri transparan  dalam membelanjakan anggaran. Mengingat, Kemendagri adalah contoh dan pembina bagi pemerintah daerah.

Fitra : Aroma Korupsi di Kemendagri Capai Rp8,8 T

Fitra : Aroma Korupsi di Kemendagri Capai Rp8,8 T

“Dia harusnya mengurusi otonomi daerah, tapi sekarang banyak korupsi, tercium baunya. Saat ini Kemendagri sedang terpuruk karena kehilangan legitimasi terhadap Pemerintah Daerah,” ujarnya.

FITRA mengungkapkan terjadinya praktik korupsi di daerah, karena pemerintah pusat sudah mulai terlihat indikasi korupsi dalam pengolahan anggaran.

“Jangan salahkan Pemda banyak melakukan korupsi, karena bosnya di pusat sudah tercium dalam pengolahan Kementerian Dalam Negeri,” tandas Ucok. (baratamedia)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016