Jokowi Diibaratkan Titisan Sudirman

1-JOKOWI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sambutan antusias dari Aparatur Sipil Negara (ASN)

TRANSFORMASINEWS, JAKARTA – Pidato kenegaraan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sambutan antusias dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka merasa punya semangat baru untuk membangun Indonesia baru. “Kami sangat terkesima dengan pidato Pak Jokowi yang singkat, padat, dan berbobot. Visi misinya dalam menjadikan Indonesia sebagai negara bermartabat kelihatan,” kata Rere, staf Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Senin (20/10).
Ditambahkan Kasubag Publikasi KemenPAN-RB Kahar, pidato Jokowi tentang penguatan di sektor kemaritiman sangat bagus dan pasti akan didukung masyarakat. Sebagai negara kepulauan, sudah saatnya Indonesia kembali mengakrabkan diri dengan laut.
Sementara Kabag Informasi Publik KemenPAN-RB Suwardi menambahkan, melihat dari visi misi Jokowi mengingatkan pada perjuangan Jenderal Sudirman. “Pak Jokowi seperti titisan Jenderal Sudirman, sangat heroik,” tandasnya. Meski tidak ada perintah langsung, namun sebagian besar pegawai KemenPAN-RB menyaksikan pidato pertama Jokowi sebagai Presiden RI ke-7.

Prabowo Puji Pidato Jokowi

Sementara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, terkesan dengan isi pidato perdana Presiden Joko Widodo usai pelantikan di Senayan, Jakarta. Ia menilai pidato berjudul “Di Bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi” itu sangat sesuai dengan ajaran Tri Sakti Bung Karno.
“Pidatonya bagus, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, berkepribadian di bidang budaya. Sangat baik kalau itu kita dukung,” kata Prabowo sebelum meninggalkan kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10).
Bekas rival Jokowi di Pemilu 2014 itu secara khusus menyoroti pernyataan Jokowi mengenai kemandirian ekonomi. Menurutnya, hal tersebut sangat sesuai dengan pemikiran Partai Gerindra. Mantan Danjen Kopassus itu kembali menegaskan bahwa Gerindra maupun Koalisi Merah Putih (KMP) tidak berniat menjegal Jokowi.
Ia justru berharap Jokowi bisa menjalankan tugas dengan baik. “‪Insyaallah kita berpikir positif, kita beri kesempatan supaya beliau bisa bekerja dengan baik. Saya kira itu budaya kita,” pungkasnya.

Selamat Bertugas Bapak Presiden
Sedangkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan selamat pada Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang telah dilantik di MPR RI. Hal ini disampaikannya dalam acara pisah sambut dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (20/10).
“Bapak Presiden kami semua mengucapkan selamat. Selamat bertugas Bapak Presiden semoga Bapak Presiden dan Ibu Negara senantiasa mendapat bimbingan dari Allah dan dilindungi selalu,” ujar SBY dalam sambutannya.
SBY dalam hal ini mengucapkan terimakasih pada semua jajaran yang telah membantunya selama ini. Ia pun berpesan pada jajaran lembaga kepresidenan agar mendukung kerja Presiden Jokowi dengan baik.
“Berikanlah dukungan dan ruang dan pelayanan terbaik kepada Presiden dan Ibu Negara sebagaimana diberikan kepada saya dan Bu Ani. Saya mohon maaf pada jajaran kepresidenan apabila ada kesalahan dan kekhilafan saya dan Ibu Ani,” lirih Presiden.

Ajak Rakyat Kerja Keras
Disisi lain, janji Presiden Joko Widodo menyapa rakyat di Monumen Nasional, benar-benar diwujudkan Senin (20/10) malam. Hal itu dilakukan Jokowi setelah mengikuti serangkaian acara kenegaraan di Istana Negara.
Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Jokowi menyapa masyarakat yang sudah menantinya sejak pagi. “Saya ingin mengajak bapak ibu semua, saudara semua baik pedagang kaki lima, ada pedagang kaki lima di sini” Baik sopir metro mini, ada sopir metro mini di sini?” tanya Jokowi.
“Baik tukang kayu, ada di sini. Baik sopir angkot, baik dokter, baik sopir becak, baik perawat, baik bidan, guru, TNI, Polri dan tentu saja jangan lupa seluruh relawan yang sore ini hadir, petani, nelayan, wartawan?” timpal Jokowi.
Belum cukup sampai di situ. Jokowi kembali menyapa sejumlah profesi. Seperti pemain sepakbola, olahragawan, penyanyi, pemusik, mahasiswa, pelajar. “Dan semua profesi yang ada di negara kita,” kata Jokowi.
Lantas Jokowi pun menyebutkan, Indonesia merupakan negara dan bangsa yang besar yang harus dikelola dengan benar. “Harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata dia.
Karenanya, Jokowi mengajak rakyat untuk bekerja keras. “Tidak mungkin negara sebesar ini akan menjadi negara kuat, menjadi negara besar kalau kita hanya bermalas-malasan,” kata Jokowi. Presiden RI ketujuh ini mengajak bersama-sama mewujudkan cita-cita pendiri bangsa, untuk memakmurkan dan mensejahterahkan bangsa Indonesia.

Jokowi Buka Gerbang Istana, Masyarakat Berebut Masuk
Terpisah, antusiasme warga sangat besar untuk berjabat tangan langsung dengan pasangan Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Tak ayal, begitu pasukan pengamanan presiden membuka pintu gerbang di sebelah kanan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, ratusan orang langsung berusaha menyerbu masuk.
“Sebentar, sebentar, semuanya bisa masuk. Boleh-boleh, tunggu dulu pak. Antri-antri,” teriak salah seorang anggota Paspampres yang berjaga-jaga di depan gerbang, Senin (20/10), sekitar Pukul 15.30 WIB.
Mendengar seruan tersebut, masyarakat yang awalnya berdesak-desakan, bersedia mengantri. Namun begitu pintu dibuka kembali, desak-desakan kembali terjadi. Alhasil, paspampres meloloskan semua masyarakat masuk. Tapi, mereka harus tetap menjalani pemeriksaan metal detektor. “Saya ingin menyalam Pak Presiden Mas. Kalau dulu kan enggak bisa seperti ini,” katanya.

Optiomisme dari Negara Tetangga
Sementara itu, pelantikan presiden dan Wakil presiden Jokowi-Jk turut dihadiri oleh tamu negara. Tercatat ada 17 tamu negara yang hadir dalam prosesi pelantikan presiden ke tujuh itu. Diantaranya Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Sultan Hasanah Bolkiah dari Brunie Darussalam, Perdana Menteri Australis Tony Abbott dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry .
Dalam keterangannya usai mengikuti acara pelantikan itu, empat tamu kehormatan negara itu mengungkapkan optimisnya pada Jokowi-JK. Mereka berharap di tangan presiden ke tujuh, Indonesia akan lebih maju
PM Malaysia Dato Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak mengucapkan selamat kepada Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Dia percaya dan yakin, bahwa kepemimpinan keduanya akan dapat makin memajukan dan memantapkan hubungan Malaysia dan Indonesia.
Najib juga yakin kalau kedua pemimpin memahami betapa penting hubungan Malaysia dan Indonesia agar tetap terjalin dengan baik. “Saya percaya, kami (bisa) terus bekerjasama bagi terbinanya hubungan baik Malaysia dan Indonesia,” kata Najib usai menghadiri acara pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres JK di komplek parlemen Jakarta, kemarin (20/10)
Keyakinan juga datang dari Sultan Brunei Darussalam Sultan Hasanah Bolkiah. Dia berharap dengan terpilihnya Jokowi-JK bisa menambah dekat hubungan antara Brunei dan Indonesia. “Harapanya hubungan dua negara akan semakin erat,” paparnya.
Perdana Menteri Australia Tony Abbott menilai bahwa pelantikan presiden ke tujuh ini berbeda dengan pelantikan sebelumnya. Menurut dia rakyat Indonesia sangat antusias menyambut dua orang yang memenangkan pemilu Indonesia itu. “Ada kebangkitan dan antusiasme dari Warga Indonesia,” jelasnya di Kompleks DPR kemarin.
Menurut dia, Indonesia selama ini memiliki pemimpin negara yang hebat. Salah satunya adalah presiden ke enam Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun dia juga memuji setinggi langit Jokowi. Menurut dia pria kelahiran Solo itu merupakan presiden muda yang akan memberikan era baru bagi Indonesia. “Dia akan membawa era baru bagi Indonesia,” paparnya.
Tak hanya negara tetangga, salah satu tamu penting yang datang adalah perwakilan dari Negara Rusia. Dalam acara pelantikan itu, Rusia diwakili oleh Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov. Dia berharap Jokowi segera bertemu dengan Vladimir Putin. “Sehingga kami bisa memulia bekerja sama di dalam berbagai bidang,” tuturnya.
Menurut Manturov, hubungan Indonesia dan Rusia selama ini sangat baik. Namun dia yakin peluang untuk meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara sangat besar. Selain itu, kata dia, Indonesia juga berminat mengembangkan teknologi dari Rusia. “Salah satunya untuk industri nikel,” ucapnya.

Sumber:  (Palpos.com)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016