“Suara Kita Jangan Mau Dibayar Caleg Money Politics”

 

Puluhan mahasisiwa yang tergabung dalam BEM se Sumsel yang menggelar aksi damai dan berorasi menyatakan sikap mengawal transparansi dana kampanye pileg 2014 ketika unjuk rasa di Bundaran Air Mancur Pangkal Jembatan Ampera Palembang, Jumat (14/3/2014)

Puluhan mahasisiwa yang tergabung dalam BEM se Sumsel yang menggelar aksi damai dan berorasi menyatakan sikap mengawal transparansi dana kampanye pileg 2014 ketika unjuk rasa di Bundaran Air Mancur Pangkal Jembatan Ampera Palembang, Jumat (14/3/2014)

 

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Pemilu legistatif (pileg) 2014 yang tinggal menyisakan waktu satu bulan lagi, mendapatkan pengawasanserius dari berbagai kalangan masyarakat. Tak terkecuali bagi kalangan mahasiswa yang berharap proses pileg di wilayah Sumsel berjalan jujur dan adil. Bahkan mahasiswa mengecam keras bagi calon legistatif (caleg) yang melakukan kampanye politik uang atau money politics dengan membayar atau membeli suara masyarakat sebagai pemilih pileg dengan nominal uang tertentu.

“Suara kita jangan mau dibayar oleh caleg yang money politics. Hal ini membuktikan bahwa caleg yang berpolitik uang adalah wakil rakyat yang tidak baik. Jangan tergiur dengan uang Rp 100 ribu, gunakan hak suara sebaik-baiknya untuk memilih wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat,” kata seorang mahasiswa.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa ini, mengajak masyarakat Sumsel untuk bersama-sama untuk mengawasi pileg 2014 di Sumsel. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se Sumsel ini, meminta pihak berwenang untuk menindak tegas bagi caleg mulai dari tingkatan DPRD kota/kabupaten, DPRD propinsi, DPR RI dan DPD RI yang terbukti melakukan money politics

Koordinator Aksi (korak) Arrahman Syafebri mengatakan, selain mengencam adanya caleg yang bermain curang dengan money politics, mahasiswa dan masyarakat akan mengawal transparansi dana kampanye Pileg 2014. Yakni seperti penjelasan sumber dana kampanye dari setiap caleg dengan meminta pihak KPU secara resmi transparansi dana kampanye caleg melalui website resmi KPU.

Selain itu, meminta pihak berwenang untuk menindak tegas bagi oknum pejabat publik yang terbukti menyuplai dana kampanye bersumber dari dana APBD.

“Pileg jangan hanya berjalan formalitas, pileg merupakan agendademokrasi per lima tahun sekali untuk memilik empat segmntasi wakil rakyat. Makan kami dari mahasiswa menuntu pileg berjalan jujur dan adil,” ujarnya.

Sebelum berorasi aksi damai di BAM Pangkal Jembatan Ampera, sekitar 40-an mahasisiwa yang berunjuk rasa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ini yakni Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Universitas PGRI dan Universitas Islam OKI (Uniski), terlebih dulu melakukan aksi jalan kaki atau long march dari Cinde menuju BAM Palembang (SRIPOKU.COM)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016