PALEMBANG, BeritAnda – Selasa (29/10/2013) pukul 08.00 wib, warga Palembang dikejutkan dengan pemberitaan kedatangan enam orang anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyambangi rumah pribadi Walikota Palembang, Romi Herton di Jalan Wiro Santiko, Kecamatan Ilir Barat, Palembang.
Namun sayang hingga selesai pemeriksaan, pihak KPK tidak memberikan konfirmasi apapun dengan langsung pergi meningglkan kediaman Romi menggunakan tiga mobil berwarna hitam dan pengawalan ketat dari tim Gegana Sumsel.
”KPK hanya menggeledah saja terkait penangkapan Pak Akil Muchtar. Saya tegaskan bahwa saya ini korban, sehingga mengajukan gugatan ke MK. Ternyata benar, saya yang memenangkan pilkada Palembang ini dan itu sangat objektif sekali,” kata Walikota Palembang Romi Herton saat jumpa pers usai tim KPK meninggalkan kediamannya, Selasa (29/10/2013).
Pagi tadi, lanjut Romi bercerita, ia sedang tidur. Kemudian KPK datang. “Saya tanyakan apa keperluannya, mereka menjawab melakukan penggeledahan dan pemeriksaan terkait kasus yang terjadi pada Akil Muchtar. Dari 40 kasus sengketa pilkada yang ditangani Pak Akil Muchtar, termasuk pilkada Palembang akan mereka pelajari semua oleh pihak KPK tersebut,” terang Romi Herton.
Hari ini, menurut pengakuan Romi Herton, ada tiga unit handphone miliknya yang disita oleh pihak KPK. Meski memang dua handphone telah rusak dan masih tersimpan di kamarnya, juga turut disita.
”Dua Hp itu sudah rusak, namun masih tersimpan. Sedangkan satu Hp lagi masih saya pakai dan semuanya dibawa oleh pihak KPK untuk diperiksa,” ujar Romi Herton.
Selain telephone genggam, diungkapkan Romi, dokumen yang berkaitan dengan pilkada juga disita, seperti putusan MK, SK Mendagri tentang pengangkatan dirinya menjadi Walikota Palembang periode 2013-2018.
”Saya dengan Pak Akil saja tidak kenal, bagaimana bisa tahu nomor rekeningnya Akil. Kalau Akil sopir bis kota disini (Palembang) kemungkinan saja saya kenal,” canda Romi saat menjawab pertanyaan salah satu awak media mengenai kedekatan dirinya dengan mantan Ketua MK yang terjerat kasus suap sengketa pilkada beberapa waktu lalu.
Tak sampai disitu, Romi juga membeberkan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya sangat detil, hingga kamar mandi serta lantai tidur juga trurut diperiksa.
“Lantai tempat tidur saya juga diperiksa, mungkin takut ada tempat penyimpanan, sampai ke kamar mandi juga. Sehingga benar-benar dilakukan secara profesional,” bebernya.
Saat ditanya apakah ada pihak keluarganya yang turut diperiksa, Romi menjawab, istrinya juga diperiksa dengan mendapati adanya bukti transfer uang sebesar Rp500 juta ke rekeningnya sendiri. ”Itu uang saya sendiri, saya transfer ke rekening saya sendiri, yang rekening lain sebesar Rp500 juta,” jawab Masitoh spontan, istri orang nomor satu di kota pempek tersebut.
Dikatakan Romi, hari ini merupakan kebahagiannya telah didatangi KPK, dari 40 kepala daerah yang diduga terjerat kasus Akil Muctar. “Saya tidak takut diperiksa, karena nanti juga saya akan diperiksa di akhirat. Tetapi dengan datangnya KPK ini semuanya menjadi terang siapa yang bersalah. Apakah saya atau lawan politik saya,” katanya.
Ditegaskan Romi, dirinya sebagai warga negara tentunya mendukung penegakkan hukum dan peraturan yang berlaku. “Sampai sepuluh kali pun saya siap diperiksa, karena saya tidak melakukan apa yang dituduhkan selama ini,” tegasnya.
Pemeriksaan tersebut sempat menarik perhatian masyarakat Palembang. Sehingga lalu lintas di sekitar kediaman walikota tersendat dan harus dialihkan. Sebelum menggeledah rumah pribadi Romi Herton, KPK juga telah menggeledah kantor walikota di Jalan Merdeka Palembang, tapi tidak berlangsung lama.
Rumah Romi yang berlantai tiga tersebut juga mendapat pengawalan dari puluhan pasukan Brimob Polda Sumsel, serta Polisi Pamong Praja.
Penggeledahan KPK ini kuat dugaaan terkait dengan pilkada Kota Palembang, bulan April lalu dan tertangkapnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Muchtar atas kasus korupsi yang telah menjeratnya.
Romi sendiri dalam pilkada Palembang April lalu, kalah dari pasangan Sarimuda-Nelly Rosdiana dengan selisih 8 suara. Kemudian Romi menggugat ke MK dan menang dengan selisih 23 suara dari Sarimuda. Sehingga KPU Kota Palembang menetapkan Romi yang berpasangan dengan Harnojoyo sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palembang periode 2013-2018.
Pemeriksaan tersebut dipimpin oleh penyidik KPK Sugeng Sugiono, mulai pukul 08.30 wib hingga 15.00 wib. Pertama kali masuk ke kediaman Romi Herton, KPK langsung melakukan pemeriksaan mobil dinas Romi Herton, BG 1 A dan mobil pribadi bermerek Alphard, BG 23 MK yang berada di garasi. (beritanda)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi