
Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wakil Gubernur Ishak Mekki, dan Ketua DPRD Sumsel M Giri Ramanda, bersama pejabat lainnya, saat menyaksikan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Ruang Paripurna Gedung DPRD Sumsel, Rabu (16/08) pagi. (foto humas pemprov sumsel)
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Namun, tidak semua prosesi acara pidato kenegaraan presiden yang disiarkan langsung oleh TVRI itu, disimak semua audiense yang memenuhi ruang paripurna DPRD Sumsel.
Awalnya, sebelum Presiden Jokowi menyampaikan pidato, pada momen rapat paripurna bersama DPR dan DPD RI yang dipimpin Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, semua yang hadir di Gedung DPRD Sumsel masih terlihat menyimak acara tersebut.
Tapi, saat orang nomor satu di negeri ini menyampaikan pidato tentang pencapaian pemerintah selama satu tahun belakang, banyak kalangan pejabat yang keluar masuk, ada berbincang-bincang di luar ruang paripurna.
Bahkan, masih ada Anggota DPRD Sumsel yang tidak memunculkan batang hidungnya. Itu terlihat, dari beberapa kursi wakil rakyat Sumsel di ruang paripurna yang kosong tanpa sipemiliknya.
Padahal, acara yang dimulai pukul 10.15 WIB itu, dihadiri Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kejati Sumsel, serta pejabat lainnya.
“Acara ini, tak ubahnya seperti acara rutinitas tahunan menjelang hari ulang tahun RI. Siapapun presidennya, pasti menyampaikan pidato kenegaraan tentang pencapaian di tahun sebelumnya,” ujar salah satu tamu undangan, yang enggan disebut namanya.
Dari penuturan tamu tersebut, sepertinya menggambarkan rasa kebosanan terhadap apa yang disebutnya rutinitas tahunan jelang perayaan HUT RI.
Mungkin, hal itulah yang membuat banyak pejabat dan anggota dewan yang terhormat yang hadir di acara tersebut, memilih tidak menyaksikan pidato kenegaraan hingga selesai. Separuhnya ada yang berbincang-bincang diluar ruangan, dan sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda menyatakan, bahwa pidato kenegaraan itu bukan rutinitas. Tapi Presiden melaporkan dan apa yang diinginkan kedepannya.
“Pidato Presiden tadikan menyampaikan banyak ide-ide dan gagasan yang telah dibangun, dan menceritakan apa yang sudah dicapai pada tahun pertama, dan mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi melalui kebijakan paket-paket ekonomi,” katanya.
Terhadap banyaknya pejabat dan anggota dewan yang tidak menyaksikan hingga selesai, bahkan tidak menghadiri acara tersebut, Giri menerangkan, semua kembali kepada diri masing-masing, apakah pidato ini merupakan hal yang penting sebagai pejabat daerah, dan sebagai orang yang mengaku orang Indonesia, itu saja.
“Kita tidak bisa menilai, mau diberi sanksi sudah besar, kalau anak kecil SD dan SMP bisa di hukum, kalau pejabat bagaimana mau dihukum. Jadi, tinggal kesadaran masing-masing apakah menghargai bangsa atau tidak,” terangnya.
Terlepas dari itu, Giri mengungkapkan, pada HUT RI ke -72 ini, pihaknya berharap Sumsel harus menyiapkan sumber daya yang baik untuk mengisi pembangunan, yang sudah dimulai saat ini.
“Karena, kedepan akan lebih banyak investasi yang masuk Sumsel dan kita harus menyiapkan dengan mengumpulkan calon-calon dan orang-orang yang akan mengisi pembangunan. Itu tantangan kedepan, selain kondisi perekonomian saat ini, dengan turunnya harga-harga komuditas maka harus ada solusi lain agar bisa meningkatnya harga-harga komuditas dengan memanfaatkan hilirisasi industri dan pertanian,” tukasnya.
Sementara, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengimbau, untuk menyambut hari kemederkaan Indonesia ini dengan rasa optimistis dan mampu membuat Sumsel lebih maju lagi.
“Kita merasa optimistis kedepan, meski kita rasakan masih ada kekurangan. Satu tahun lagi persiapan Asian Games, venue-venue Insya Allah selesai, rekrutment volentir ribuan orang. Desember selesai, itu target kita,” tandasnya.
Sumber: Fornews.co (Tul)
Editor: Nurmuhammad
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi