Visi-Misi Sultan DIY Soroti Kemiskinan Sultan

TRANSFORMASINEWS.COM, YOGYAKARTA. SRI Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan visi dan misi sebagai calon gubernur di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penyampaian visi dan misi dilakukan di hadapan anggota DPRD yang menghadiri Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD DIY, kemarin.
Rapat Paripurna Istimewa itu antara lain mendengarkan visi dan misi serta penetapan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sultan Hamengku Buwono X dan Adipati Kadipaten Pakualaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.
Pengukuhan Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X itu mengacu UU Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY yang menyatakan Gubernur dan Wagub DIY diisi Raja Keraton Yogyakarta dan Adipati Kadipaten Pakualaman.
Dalam visi dan misi calon Gubernur DIY 2017-2022 berjudul Menyongsong Abad Samudra Hindia untuk Kemuliaan Manusia Jogja, Sultan menyoroti fenomena kemiskinan di DIY.
“Jumlah penduduk miskin di DIY pada Maret 2017 sekitar 488 ribu jiwa atau sekitar 13,02%. Masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan penduduk miskin nasional sebesar 10,96%,” jelasnya.
Sultan menambahkan jumlah warga miskin di perdesaan mencapai 16,11% atau lebih besar ketimbang wilayah perkotaan sebesar 11,72%.
Ditambah lagi, lanjutnya, kesenjangan warga kaya dan miskin di DIY yang tertinggi di Indonesia dengan mengacu Gini ratio sebesar 0,432.
“Kesenjangan di perkotaan lebih tinggi, yakni 0,435, jika dibandingkan dengan di perdesaan, yakni 0,340,” ucap Sultan.
Dia menyebutkan kesenjangan tampak jelas bila dilihat secara wilayah.
“Angka kemiskinan di wilayah selatan Yogyakarta yang mencakup wilayah Gunungkidul 20,83%, Bantul 15,89%, dan Kulonprogo 20,64% lebih tinggi ketimbang wilayah bagian utara yakni Sleman 9,50% dan Yogyakarta 8,67%.”
Sultan menjabarkan arah pembangunan DIY lima tahun ke depan dalam beberapa poin, seperti peningkatan harkat dan martabat manusia yang mencakup pengertian peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berkeadilan sosial dan beradab.
Pembangunan ekonomi di wilayah DIY, lanjut dia, akan diarahkan tidak sekadar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan yang kurang beruntung.
SRI Sultan HB X dan Kanjeng Gusti Adipati Arya Paku Alam X sah menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2017-2022.
Keduanya telah ditetapkan dalam Rapat Paripurna Penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DIY di Gedung DPRD DIY, Rabu (2/8).
Hasil rapat paripurna selanjutnya diserahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk kemudian dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur di DIY.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan menyampaikan, visi misinya sebagai calon gubernur ialah melanjutkan visi misi 2012-2017.
Sultan menyebutkan, arah pembangunan DIY dalam lima tahun ke depan ialah Menyongsong Abad Samudra Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja.
Arah pembangunan DIY lima tahun ke depan dijabarkan dalam beberapa poin. Pertama, peningkatan harkat dan martabat manusia Jogja yang mencakup pengertian peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berkeadilan sosial dan beradab.
Pembangunan ekonomi di wilayah DIY diarahkan tidak saja meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama masyatakat berpenghasilan rendah dan masyarakat yang kurang beruntung.
Interkoneksi permukiman-permukiman terpencil dengan pusat-pusat pelayanan masyarakat akan terbangun secara baik, termasuk dengan wilayah-wilayah kabupaten tetangga.
“Ke depan, program-program berbasis silang SKPD yang berbasis tema-tema besar akan diprioritaskan,” kata Sultan.
Wakil Ketua Panitia Khusus Penetapan DPRD Provinsi DIY, Arif Noor Hartanto, menilai, visi dan misi yang disampaikan Sultan sangat strategis.
“Visi misi gubernur memberikan harapan yang lebih baik untuk lima tahun ke depan,” katanya.
Sumber: Mediaindonesia.com (AT/N-1/OL-2)
Editor: Nurmuhammad
Posted by: Admin Transformasinews.com
