Astarfirullah Pasca Nikah: Selamet dan Rohaya Harus Mengungsi, Kenapa?

Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani didampingi Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua P2TP2A Dra Hj Indrawati MH menyambangi Selamet dan Rohaya, di rumah Amzal Kadus 1 Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, OKU, Rabu (05/07).

TRANSFORMASINEWS.COM, BATURAJA. Pasca boomingnya pemberitaan pernikahan antara Selamet dan nenek Rohaya, warga Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu (OKU), di seluruh media massa dan media sosial, kini nasib keduanya memprihatinkan.

Selamet dan nenek Rohaya diusir pemilik rumah tempat tinggal nenek Rohaya selama ini. “Papi dan mami” (begitu keduanya saling sapa), harus mengungsi ke rumah perangkat desa setempat, lantaran tidak memiliki tempat tinggal lagi.

“Mungkin karena pemilik rumah tempat tinggal nenek Rohaya, selama ini malu selalu didatangi oleh warga dan wartawan. Akhirnya sang pemilik rumah tidak berkenan lagi nenek Rohaya, tinggal di rumahnya,” ujar Kadus I Amzaln, Rabu (05/07).

Merasa iba, Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani didampingi Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua P2TP2A Dra Hj Indrawati MH menyambangi Selamet dan Rohaya, di rumah Amzal Kadus 1 Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, OKU, dimana Selamet dan nenek Rohaya mengungsi.

Zaplin Ipani, saat dibincangi wartawan mengatakan, menyayangkan kejadian ini karena terjadi, seharusnya Slamet dan nenek Rohaya tidak diperlakukan seperti ini diusir dari rumah dan sekarang tidak tahu akan tinggal dimana.

Informasi yang terima kata Zaplin, Selamat dan nenek Rohaya, ini tidak boleh lagi menempati rumah yang mereka tempati kemarin-kemarin.

“Untuk tempat tinggal sementara masih dikoordinasikan. Apa di rumah Kadus, atau di rumah keluarga pria. Intinya mereka berdua akan kita bina. Kita datang kesini juga memberikan bantuan berupa uang sekedarnya kepada keduanya,” ucapnya.

Zaplin juga menyayangkan pernikahan keduanya, karena Selamet masih dibawah umur, namun kata Zaplin karena sudah terjadi pihaknya akan melakukan koordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan pembinaan terhadap keduanya.

“Kita sayangkan karena sang pria masih di bawah umur. Kita berisantunan berupa uang,” jelasnya.

Sementara itu, Indrawati menilai, jika cinta Selamet kepada nenek Rohaya masih bias, apakah memang benar cinta sebagai kekasih, atau hanya cinta sebagai orang yang telah merawat dirinya semenjak sakit dahulu.

“Karena kita tahu sendiri Selamet, ini mempunyai latar belakang orang yang kurang kasih sayang dari orang tua. Makanya, saya bilang tadi ini rasa cinta terhadap kekasih atau cinta terhadap orang tua,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika ini plajaran bagi orang tua mulailah menanamkan penilaian kasih sayang terhadap anak bedakan rasa sayang.

“Kasian slamet ini masih panjang perjalanan hidupnya, Anak seumuran slamet masih belum mengerti, apalagi sampai diusir dari tempat tinggal. Kalau tetap bermasalah bida kita tangani secara prosedural,” pungkasnya.

Sumber: Fornews.co (gus)

Posted by: Admin Transformasinews.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016