TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. PEMERINTAH Rusia menganugerahkan penghargaan Peringatan 100 Tahun Kerja Sama Kepolisian Internasional (100 Years of International Police Cooperation) kepada Kapala Polri, Jenderal Tito Karnavian.
Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Rusia, lembaga yang membawahkan kepolisian, itu diserahkan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, bertempat di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Kamis (6/4).
Galuzin mengatakan pemberian penghargaan 100 Years of International Police Cooperation kepada pejabat tinggi di lingkungan kepolisian asing dimulai sejak 1914 bertepatan dengan konferensi kepolisian internasional pertama di Monako.
“Saya pikir penghargaan ini telah diberikan kepada beberapa pejabat tingkat tinggi kepolisian dari negara asing. Tapi jujur saya tidak memegang data pastinya ke siapa saja penghargaan ini telah diberikan,” kata Galuzin kepada wartawan.
“Seperti yang saya ketahui, penghargaan ini adalah penghargaan asing pertama yang diterima Tito Karnavian, karena itu saya sangat bangga menyerahkan perhanggaan ini atas nama pemerintah Federasi Rusia,” ujarnya.
Galuzin menjelaskan, keputusan Rusia menganugerahkan penghargaan tersebut kepada Tito keran kontribusi besar Polri dalam memajukan hubungan bilateral atau kerja sama internasional antara Rusia dan Indonesia.
Usai penyerahan penghargaan, Tito mengatakan ada dua alasan utama yang melatarbelakangi pemberian award tersebut kepadanya. Pertama, Rusia sangat terkesan dengan konferensi interpol yang diselenggarakan di Bali tahun lalu, yang diikuti oleh 167 negara dari 192 negara anggota PBB.
“Itu adalah rekor, sejarahnya belum pernah mencapat 167 negara, yang dihadiri oleh ribuan orang, termasuk juga dari Rusia,” kata Tito.
“Pada konferensi itu terpilih ketua dari Tiongkok, kemudian dari Rusia mereka menempati posisi deputi interpol untuk urusan Eropa. Mereka sangat bangga, dan itu karena dukungan kita juga,” ia menambahkan.
Kedua, award diberikan karena kerja sama dua negara yang sangat aktif dalam membangun hubungan bilateral, khususnya di bidang keamanan. Indonesia-Rusia sudah memiliki banyak kerja sama pertukaran informasi, sejak Al-Qaeda mencuat hingga persoalan terkait Chechnya.
“Kita tidak memiliki hambatan politik dengan Rusia meskipun ada Perang Dingin, era pasca-Perang Dingin, tapi hubungan Rusia dengan Indonesia stabil sekali. Nah, itu juga memengaruhi kerja sama di bidang kepolisian,” kata Tito.
Polri Akan Beli Peralatan Intelijen Dari Rusia
KERJA SAMA Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan pemerintah Rusia berlanjut dengan rencana pembelian sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista). Indonesia memilih Rusia lantaran dinilai punya kemampuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi.
“Peralatan intelijen kita akan beli (dari Rusia) untuk menghadapi terorisme,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Wisma Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).
Peralatan dengan kegunaan mutakhir itu akan turut pula diimbangi dengan kerja sama bidang pengembangan personil Polri. Sharing dan transfer teknologi nantinya juga akan dilakukan dengan pemerintah Rusia.
“Rusia jago bidang IT (teknologi informatika) kami harus belajar, kami harapkan teknologi dari Rusia bisa ditransfer. Kami akan beli (IT Rusia) karena bagus dan relatif lebih murah dibanding negara barat,” ujar Tito.
Tito menambahkan, pihak Indonesia juga akan bekerja sama bidang penanganan pelaku teroris. Pengalaman menjalankan program seperti deradikalisasi dan kontra ideologi akan disampaikan untuk menangani pelaku teroris di Rusia. “Kami berikan masukan yang mungkin bisa dipakai menghadapi teroris di sana. (Teroris) tidak hanya tangkap pukul,” tutur Tito.
Sumber:mediaindonesia.com/
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi