
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel langsung menyikapi terkait munculnya informasi tentang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumsel di media sosial yang dilayangkan Tim Herman Deru beberapa hari lalu, yang menyampaikan bahwa Sumsel berada di peringkat 23 dari 34 provinsi.
“Beberapa hari ini muncul informasi di media sosial yang datanya masih simpang siur. Kalau kawan-kawan media ingin tahu kebenarannya, silahkan bertanya di sini. Perkembangan IPM ini sumbernya harus betul-betul bisa dipertanyakan. Bisa ditanyakan dengan BPS akurasi data.
Saya juga minta maaf, karena kesibukan Gubernur jadi saya yang mewakilkan beliau menyampaikan ini,” ujar Asisten III Bidang Kesra Setda Pemprov Sumsel Ahmad Najib, kepada jurnalis saat konferensi pers di Ruang Rapat Gubernur, Senin (14/11).
Najib mengungkapkan, bahwa pihaknya bukan ingin membela diri, tapi agar informasi tersebut tidak menyesatkan. Karena nilai (IPM) itu dari kajian riset. “Intinya (informasi) itu tidak benar. Kalau kita berpikir ilmiah, inilah yang akurat. Boleh-boleh saja pakai metode, tapi yang bisa dipertanggungkan. Ini tidak sesuai dengan kondisi riil,” ungkapnya.
Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) itu dibentuk oleh tim dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. IPM merupakan indikator untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang.
Dengan metode baru interpretasi bukan urutan (ranking), tetapi di-interpretasi-kan dalam klasifikasi rendah (IPM kurang dari 60), sedang (60 kurang atau sama dengan 70), tinggi (70 kurang atau sama dengan IPM kurang dari 80), sangat tinggi (IPM di atas atau sama dengan 80).
“Kepala daerah yang instan, tidak berpikir visioner tidak melakukan investasi pendidikan dan kesehatan. Kalau di media sosial dilihat rankingnya. IPM Sumsel stagnan saya luruskan. Walaupun tidak signifikan, tapi meningkat tajam,” jelasnya.
Dari tahun 2006-2015, sambungnya, IPM metode baru tahun 2015, IPM 67,46. Rata-rata lama sekolah 7,77 tahun sementara harapan lama sekolah 12,02 tahun. Angka harapan hidup saat lahir 69,14 tahun dan pengeluaran perkapita pertahun Rp 9.474.000.
Terpisah, Tokoh Sumsel Herman Deru membenarkan isi postingan pada media sosial yang dimaksud. “Saya tidak mungkin ngarang, silahkan buka data BPS, www.bps.go.id. Lihat judul tabel, Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2010-2015 (Metode Baru). Itu terpampang jelas. Update terakhir 16 Juni 2016. Ini linknya https://www.bps.go.id/Subjek/view/id/26#subjekViewTab3|accordion-daftar-subjek1. IPM Sumsel selalu di bawah rata-rata nasional, lihat grafik indeks,” tegasnya.
Dalam link ini, IPM Provinsi Sumsel pada tahun 2010 64,44. Kemudian tahun 2011 65,12; tahun 2012 65,79. Pada Tahun 2013 66,16. Pada Tahun 2014 66,75. Pada Tahun 2015 67,46.
Sumber:Fornews.co/tul
Posted by: Admin Transformasinews.com
