
Bripda M. FOTO: instagram
TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA – Beberapa waktu belakangan, publik dihebohkan dengan dua kasus yang melibatkan polisi wanita (polwan). Yakni, polwan Polresta Medan Brigadir Ivo Sri Wahyuni Nasution yang kepergok sedang menemani seorang bandar narkoba karaoke dan Bripda M yang diketahui memiliki hubungan terlarang dengan perwira polisi AKBP BH.
Sejatinya, kasus menghebohkan yang melibatkan polwan bukan hanya itu. Jauh sebelumnya, beberapa polwan cantik juga pernah terjerat cinta terlarang. Uniknya, para polwan itu hanya dari kelas bintara, bukan perwira.
Berikut 7 kisah cinta terlarang yang melibatkan polwan cantik:
1. Brigadir Ivo
Anggota Polresta Medan Brigadir Ivo Sri Wahyuni Nasution tertangkap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) saat berada di dalam ruangan karaoke bersama seorang bandar narkoba bernama Zulkarnain.
Disinyalir, cinta terlarang Ivo dengan sang bandar karena stres menjalani proses sidang cerai dengan suaminya. Kini kendati belum ada putusan pengadilan, tapi secara faktnya Ivo sudah menjanda tiga anak.
Setelah mengikuti tes urine, polwan cantik yang bertugas di Seksi Pengawas (Siwas) Polresta Medan ini terbukti mengkonsumsi narkoba.
2. Bripda M
Polwan cantik satu ini menggemparkan publik, karena melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya oleh oknum perwira menengah (Pamen) AKBP BH, oknum anggota Lemdikpol Polda Jawa Barat.
Ternyata sebelum insiden pemukulan yang dilaporkan ke Bidang Propam Polda Metro Jaya itu, M sudah 10 kali ngamar dengan sang komandan. Menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, kini pamen itu tengah diproses Propam Polda Metro. “Itu sudah diproses hukum,” kata Badrodin Selasa (24/5).
3. Brigadir RS
Jauh sebelum pengguna media sosial (medsos) facebook di Lampung juga dihebohkan dengan adanya foto-foto syur oknum polwan berinisial RS.
Namun beredarnya foto tanpa busana itu dilakukan oleh BP (Bayu Perdana). BP merupakan mantan kekasih RS.
Ia mendapatkan foto tanpa busana itu dari RS saat mereka masih pacaran. Semasa itu mereka kendati belum menikah, tapi telah sering ngamar.
Namun BP sakit hati karena diputuskan oleh RS. Ya, si polwan cantik itu merasa tertipu dengan BP yang semula mengaku lulusan Akpol 2007. Ternyata BP hanyalah seorang wiraswasta.
Kabid Humas Polda Lampung Sulistyaningsih menjelaskan sebelum disebar, BP sudah mengancam akan mempublikasikan foto tersebut. Ancaman ini disampaikan lewat pesan singkat, karena diputuskan cintahnya oleh polwan cantik pada oktober 2015.
Perbuatan BP itu dilaporkan RS ke Ditkrimsus Polda Lampung dengan nomor LP/534/X/2013/LPG/SPKT pada Senin (28/10) lalu. BP diamankan oleh tim Ditkrimsus.
4. Briptu Rani
Beredar foto syur juga dialami oleh Briptu Rani Yuni Nugraeni. Namun personel Polres Mojokerto itu meninggalkan tugas atau disersi
Akibat insiden ini, Kapolres Mojokerto waktu dijabat AKBP Eko Puji Nugroho harus berurusan dengan Polda Jatim untuk diproses. Tindakan Rani ini membuat institusi korp Bhayangkara itu tercoreng.
5. Brigadir EV
Brigadir berinisial EV yang merupakan Satlantas Polres Kendal ini ketahuan oleh suaminya sedang berselingkuh dengan oknum polisi dari Polda Jawa Tengah. Sang suami, KUS sejatinya juga anggota Polres Kendal.
EV digerebek suaminya saat berada di dalam hotel bersama pria idaman lain. Karena malu EV pun berusaha bunuh diri dengan meminum obat serangga.
6. Polwan cantik Polres Cirebon
Lain lagi cerita yang dialami pasangan bukan suami istri ini. Keduanya oknum anggota Polres Cirebon, digerebek warga. Polwan berpangkat brigadir itu malah berselingkuh dengan atasannya yang berpangkat Iptu dari Polres yang sama.
Ketahuannya pasangan terlarang ini setelah digerebek oleh warga saat berada di sebuah rumah di salah satu kompleks perumahan di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa malam (5/5).
Setelah diamankan warga, keduanya digelandang ke Mapolsek Weru. Dari Mapolsek Weru, mereka dibawa ke Mapolres Cirebon.
7. Aipda Neneng
Polwan satu ini adalah bintara senior, karena berpangkat ajun inspektur dua (Aipda). Dia adalah Aipda Neneng sehari-hari bertugas di Satuan Sabhara Polresta Medan. Dia digerebek sedang tidur bersama oknum perwira TNI AD Mayor Ridaem, di Hotel Garuda Binjai, 24 September 2011.
Yang memergoki adalah suami Neneng, Dodi Artha, 40. Dia tidak terima istrinya digauli oleh perwira yang bertugas di Kodam I Bukit Barisan Medan.
Kasus itu ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Medan.
Dalam pengungkapan kasus ini, Dodi bertindak lebih tenang. Dia memfoto istrinya yang sedang tidur tanpa busana dan ditutupi selimut dengan oknum tentara. Foto itulah dijadikannya sebagai barang bukti.
Mabes tak Akan Lindungi Polwan Cantik Karaoke Bareng Bandar Narkoba

Polwan cantik anggota Polresta Medan, Brigadir IN, diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, Kamis (26/5). Dia ditangkap saat karaoke bersama bandar narkoba inisial N yang merupakan target operasi BNNP Sumatera Utara.
Mabes Polri membenarkan bahwa IN saat ini diamankan BNN untuk proses penyelidikan. Karopenmas Divhumas Polri Brigen Agus Rianto mengatakan, pihak Polresta Medan akan membantu BNN dalam memproses polwan cantik tersebut.
“Informasi itu benar. Sekarang saat tengah diproses (BNN) dan dibantu dengan Propam Polda Sumatera Utara. Pada prinsipnya Mabes Polri akan mengawasi proses tersebut,” ujar Agus di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/5).
Berdasarkan instruksi Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, lanjut Agus, pihaknya tidak akan melindungi anggotanya yang terjerat kasus narkoba. Agus mengakui, pemberantasan narkoba di tubuh Polri menjadi prioritas Korps Bhayangkara.
“Seperti yang diinstruksikan Kapolri, kalau ada anggota terbukti, akan diproses. Tidak akan dilindungi, apalagi terkait narkoba. Ini menjadi perhatian kami untuk menekan penyalah gunaan narkoba di tubuh Polri,” jelas dia.
Nantinya, selain diproses BNN, polwan cantik tersebut akan menjalani sidang etik di Propam Sumatera Utara. Namun, mengenai sanksi, Agus enggan berspekulasi. Menurutnya, Polri bekerja berdasarkan penyelidikan dan berpijak pada asas praduga tak bersalah.
“Kami memberi sanksi berdasarkan bukti. Proses pidana ada internal dan eksternal. Internal akan diproses pengadilan Propam. Eksternal yang bersangkutan akan menjalaninya di pengadilan umum,” tandas Agus.
Brigadir IN, Polwan berparas cantik, ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut karena terbukti mengkonsumsi narkoba, Kamis (26/5) malam sekira pukul 23.00 WIB.
Oknum Polwan tersebut diringkus saat berada di KTV 206 Karaoke Strom, Jalan Listrik, Medan Maimun, bersama rekan-rekannya.
Selain Polwan yang diketahui berinisial Brigadir IN itu, turut diamankan seorang pria berinisial N yang memang menjadi target operasi (TO) BNNP Sumut.
Dari penangkapan tersebut didapati barang bukti sisa pil ekstasi. Berdasarkan tes urine, terbukti kalau Brigadir IN dan N positif menggunakan narkoba.

Brigadir IN, oknum polwan cantik yang ditangkap BNNP Sumut. Foto: Sumut Pos/ist
Brigadir IN, oknum polwan cantik yang ditangkap saat berkaraoke dengan seorang bandar narkoba inisial N, ternyata dalam proses pengajuan gugatan cerai dengan suaminya.
Kasi Propam Polda Sumut, AKP Iskandar, membenarkan kabar tersebut. Namun, disebut Iskandar kalau hal itu diproses di Bagian Sumber Daya (Sumda) Polresta Medan.
Sementara ketika ditanya terkait Brigadir IN yang belum resmi bercerai, namun sudah menjalin hubungan lagi dengan pria lain, Iskandar mengatakan, hal itu dapat ditindak sesuai peraturan.
“Namun untuk itu, tentu harus ada laporan dari suaminya. Kalau nanti suaminya buat laporan, kita proses, ” tandas Iskandar seperti diberitakan Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Rina Sari Ginting mengatakan ke depan, pihaknya akan terus melakukan pembersihan di internal terhadap oknum-oknum yang terlibat narkona.
“Kita tidak akan tolerir anggota yang terlibat narkoba. Sesuai dengan atensi pimpinan maka yang melanggar kode etik akan mendapat sanksi tegas, ” ujar Rina.
Ditegaskan Rina, bagi anggota Polri yang menggunakan narkoba, kemungkinan tidak akan dipertahankan. Ditegaskan, masih banyak orang yang mau menjadi anggota Polri.
Terpisah, Kepala BNNP Sumut, Brigjend Pol Andi Loedianto mengatakan, Brigadir IN sudah diserahkan langsung ke Polresta Medan, sedangkan kekasihnya berinisial N, saat ini masih menjalani pemeriksaan, karena terindikasi terlibat peredaran narkoba di Medan. Bahkan, disebut Andi, N diduga bandar jaringan besar di Medan.
“Sejauh ini kita sudah menahan tujuh tersangka yang merupakan jaringan dari tersangka inisial N,” ujarnya.
Sumber: JPNN.COM
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi