SEKAYU – Usai jenazah kelima korban dibawa dari Palembang menuju Dusun 1 Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), keluarga serta para tetangga, sudah berkumpul di rumah duka, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat lima jenazah tiba di rumah, keluarga histeris dan penuh haru. Rumah yang berjejer karena merupakan keluarga besar ini pun,
langsung dipadati para tetangga untuk mendoakan kelima korban.
”Berdasarkan keputusan bersama keluarga, jenazah korban dimakamkan di dua liang. Liang pertama untuk Feriyadi (anak keenam Yabani); Rusmiyati binti Zainal (menantu Yabani); dan H Yabani bin Hisam sendiri. Sedang liang kedua untuk Tol’at (cucu H Yabani); dan Kusumayadi (anak ketiga Yabani). Pemakaman di belakang rumah Kusumayadi. Kelimanya dimakamkan samping makam Hafiah (istri pertama Yabani), yang meninggal dua tahun lalu,” kata Husni Thamrin, kakak Yabani.
Sementara Selvi Juniarti, mengaku korban yang turut meninggal atau anak dari Kusumayadi pada kecelakaan di Ogan Ilir, dimakamkan Sabtu (28/09) hari ini. Hal ini dikarenakan pemakaman yang tidak sempat dilakukan pada Jumat (27/09) kemarin, sebab jenazah belum tiba di rumah duka.
”Kita sebenarnya kaget, karena sebenarnya mereka mengejar cucu Yabani yang masih sekolah, setelah acara wisuda anak pertama korban, Sudarini, di Lampung. Mereka yang kita tahu berangkat pake satu mobil dikendarai Feriyadi atau Kusumayadi. Isinyo memang 14 orang, samo masing-masing anak. Anak-anak istri pertama Yabani, semuanya meninggal, sementara Rusmi istri muda Yabani luka-luka ringan,” jelasnya.
Untuk diketahui, di rumah duka, Yabani, Feriyadi, Tol’at; dan Kusumayadi, disalatkan berjejer oleh tetangga, termasuk keluarga. Tak lama berselang, Rusmi (istri kedua Yabani) tiba sekitar pukul 16.30 WIB. Melihat hal ini, Rusmi langsung pingsan dan digotong oleh keluarga. Sementara Randy (anak Rusmi yang masih kelas
2 SMP), digotong keluarga dengan sejumlah luka lecet. (palembang-pos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
