Implan, Pilihan Kontrasepsi Jangka Panjang

Jakarta – Program keluarga berencana (KB) sesuai anjuran pemerintah menyediakan berbagai alat kontrasepsi. Salah satunya implan, pilihan alat kontrasepsi jangka panjang.

“Ini merupakan komitmen kami mendukung pemerintah dalam program keluarga berencana melalui advokasi, program peningkatan kapasitas (capacity building) bagi tenaga medis, penyediaan produk kontrasepsi berkualitas termasuk implan. Juga sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan kontrasepsi dalam mencapai keluarga yang lebih berkualitas dan sejahtera,” ungkap Chris Tan, President/Managing Director Merck Sharp & Dohme (MSD) di Indonesia di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (26/9).

Untuk program peningkatan kapasitas, MSD sudah melatih lebih dari 2.500 bidang di pelosok Tanah Air. MSD, terkait hal tersebut menjalin kerjasama, mulai dengan Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), rumah sakit atau klinik sampai BKKBN.

Chris lalu menambahkan dengan mengatakan, “Implan salah alat kontrasepsi unggulan program KB BKKBN. Saat ini, BKKBN menerapkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) karena jauh lebih efektif.”

Terkait implan tersebut, MSD membantu menyiapkan alat KB implan yang terpasang di lapisan bawah kulit lengan pemakainya. Kontrasepsi jangka panjang tersebut efektif sampai 3 tahun lamanya.

Implan, Pilihan Kontrasepsi Jangka Panjang

Implan, Pilihan Kontrasepsi Jangka Panjang

Implan yang di Indonesia sejak 1980-an bekerja dengan cara melepaskan hormon progesteron alami tubuh. Kegagalannya hanya 0,05% setiap 100 perempuan. Beda dengan kontrasepsi lain, gagalnya di atas 1%.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, MSD secara global bekerjasama dengan London Family Planning Summit sejak tahun 2012 menjalankan Family Planning 2020. Program melibatkan pemerintah, donor, sektor swasta, masyarakat sipil dan mitra lain tersebut bertujuan membangun komitmen politik global dan sumber daya, yang membuat 120 juta perempuan memiliki akses menggunakan kontrasepsi tahun 2020 mendatang

“Itu akan menurunkan angka kematian 200.000 perempuan akibat hamil dan melahirkan, dan mengurangi 3 juta kematian bayi baru lahir,” terang Chris. (inilah)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016