Harus Siaplah, Kan Nak Jadi Pemimpin

6 bakal paslon, terdiri dari tiga Kabupaten, yaitu OKU Timur, OKUS dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG – Sebanyak 13 bakal pasangan calon (paslon) kepala daerah dari 7 Kabupaten di Sumsel, yang melaksanakan Pilkada 9 Desember mendatang, Kamis (30/7) menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check up) di RSMH Palembang. Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan bakal paslon gelombang pertama yang dilaksanakan Rabu (29/7), yang diikuti 6 bakal paslon, terdiri dari tiga Kabupaten, yaitu OKU Timur, OKUS dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sementara 13 bakal pasangan calon kepala daerah dari 5 Kabupaten lainnya yang diperiksa hari ini, yaitu OKU, Ogan Ilir (OI), Musi Rawas (Mura), PALI, dan Musi Rawas Utara (Muratara), menjalani pemeriksaan dari tim medis Ikatan Dokter Indonesia cabang Kabupaten masing-masing dengan dibantu IDI wilayah Sumsel.

Komisioner KPU Sumsel Henny Susanti mengatakan, pemeriksaan kesehatan ini juga sebagai syarat kandidat untuk bisa ditetapkan sebagai calon bupati atau wakil bupati oleh KPUD. ”Hasil pemeriksaan kesehatan ini bukan lulus atau tidak, tetapi sebagai rekomendasi pihak IDI layak atau tidaknya bakal paslon untuk menjalankan tugasnya nanti sebagai kepala daerah lima tahun kedepan,” kata Henny Susanti, yang ikut memantau pemeriksaan.

Menurut Henny, hasil pemeriksaan oleh IDI nantinya sendiri akan diberikan ke KPUD pada 2 Agustus mendatang, sebagai dasar pleno penetapan calon pada 24 Agustus mendatang. “Inikan banyak poin, poinnya nanti direkap, pemeriksaan baik kejiwaan maupun terlibat narkoba juga diperiksa,” tandasnya.

Bakal calon Bupati OI Helmy Yahya mengaku optimis lolos menjadi calon kepala daerah, dan bisa memenangkan di tempat yang ia coba tiga kali berturut-turut. “Berdasarkan hasil survei, kita optimis di Pilkada nanti bisa menang,” ungkap Helmy yang dalam Pilkada kali ini menggandeng anak Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki yaitu Muchendi Mahzareki.

Sedangkan Pasangan calon yang maju pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang untuk Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri A Malindo-Ferdian Andreas Lakoni menegaskan tidak mempunyai target persentase suara. Namun pasangan ini yakin dengan didukung 10 parpol optimis menang menggungguli rivalnya.

“Kalau dikatakan siap-siap untuk mengikuti Pilkada ini, harus siaplah, kan nak jadi pemimpin,” ucapnya. Namun ketika ditanya apakah pasaingnya juga memiliki peluang yang besar? Heri mengatakan semua kandidat memiliki peluang sama. “Tinggal lagi nunggu kalu lah bagian kita, menang. Kalau tidak, berarti bagian wong lain. Semua kandidat memilki peluang yang sama,” ulasnya.

Ia menambahkan, jika memang nanti amanah masyarakat diberikan kepada pasangannya, hal yang menjadi fokus yakni pembangunan infrastruktur. “Kita akan buat infrastruktur jalan supaya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu saya juga akan membenahi dan menambah infrastruktur dibidang pendidikan dan kesehatan, karena ini termasuk hal yang paling penting untuk memajukan suatu daerah,” urainya.

Berpasangan dengan Heri Amalindo pada pemilihan umum (Pilkada) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 2015, Ferdian Andreas Lakoni yakin dapat menjadi pemenang. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, merasa dapat mengimbangi Heri yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi di Kabupaten PALI. “Saya akan mengimbangi dari awal sampai akhir. Kami yakin dapat menjadi pemenang di PALI,” ungkapnya.

Dalam Pilkada di OKU sendiri, Percha Leanpuri-Nasir Agun diusung dan didukung 6 partai politik, dengan mengantongi 15 kursi di DPRD setempat. “Ada lima partai yang mengusung yaitu PAN, PBB, Hanura, PKPI, dan PKS. Sementara satu partai pendukung yaitu PKB. Dimana total kursi ada 15,” jelasnya.

Sementara itu, menurut ketua tim kampanyenya Nopersa, didampingi sekretatis tim Haryono, melihat hasil survei masyarakat OKU sekarang, sosok anggota DPD RI itu masih unggul atas kandidat lainnya. “Kita prediksi bisa meraih suara sekitar 65 persen, dan kita yakin Nasir Agun bisa mendongkrak suara Percha dalam Pilkada,” ujarnya.

Tak kala serunya, mendampingi Percha Leanpuri dalam melakukan pemeriksaan kesehatan di RSMH, sang suami Dr Syamsudin Ishak. Selain sang suami, putri Bupati OKU Timur Herman Deru tersebut, juga didampingi sang mertua Dr Dora Pohan dan Yanis Syamsul.

Ketua DPRD Sumsel yang juga ketua DPD PDI P Sumsel Giri Ramanda, juga nampak hadir dan memantau langsung jalannya tes kesehatan di RSMH Palembang, untuk melihat bakal pasangan calon kepala daerah (Paslonkada) yang akan bertarung dalam Pilkada 7 Kabupaten di Sumsel pada 9 Desember mendatang. “Saya datang kesini selaku ketua partai untuk mantau calon yang kita usung dari PDI Perjuangan,” katanya.

Selain sebagai ketua partai, Giri juga ingin memantau tahapan pelaksanaan Pilkada yang dilakukan oleh KPUD. “Sebagai ketua DPRD Sumsel, saya ingin mengetahui juga, apakah tahapan atau demokrasi sudah berjalan baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu sendiri, keponakan Alm Taufiq Kiemas ini tidak lupa memberikan support kepada para peserta Pilkada, khususnya dari partai berlambang banteng moncong putih, agar pemeriksaan kesehatan tersebut tidak ada kendala berarti. “Kita memberi semangat, karena ini salah satu syarat balon lolos jadi calon. Kita harap tidak ada masalah dalam kesehatan mereka,” tukasnya.

Sementara itu Ketua KPU OKU, Naning Wijaya didampingi Komisioner KPU OKU Devisi Teknis Penyelenggaraan, Erwin Suharja saat dikonfirmasi mengatakan, kedua pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati OKU, yakni pasangan H Kuryana Azis dan Johan Anuar, serta Hj Percha Leanpuri dan HM Nasir Agun telah melaksanakan tes kesehatan di Rumah Sakit Dr Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Menurut Naning, tes kesehatan ini wajib diikuti kedua pasangan Balon bupati dan wakil bupati guna untuk memastikan kelulusan salah satu persyaratan administrasi pencalonan yang diserahkan masing-masing pasangan Balon di KPU.

Erwin Suharja menambahkan, jika dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kedua pasang calon kepala daerah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan, maka pihaknya akan segera membuatkan berita acara hasil pemeriksaan kesehatan sebagai prosedur tahapan Pilkada sesuai ketetapan PKPU yang ada.

Akan tetapi bila dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, maka akan dibuatkan berita acara hasil pemeriksaan untuk disampaikan kepada Parpol pengusung,  untuk segera mengganti calon bupati atau wakil bupati yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan oleh pihak tim medis.

Laporan:(vot/len)

Sumber:Palpos

Posted By:Amrizal Aroni

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016