
TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Program SETAPAK yang dilaksanakan oleh The Asia Foundation, dengan dukungan dari United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU) mengharapkan komitmen Pemprov Sumsel. Bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, memperbaiki kebijakan, menguatkan penegakan hukum dan hak-hak masyarakat sekitar hutan, dan meningkatkan pengetahuan terkait tata kelola hutan dan lahan.
Deputy Ambasador UK, Ms Rebecca Razavi kepada wartawan mengatakan, pihaknya juga mendukung pelestarian harimau hutan yang keberadaannya sudah terancam akibat adanya ekspansi kawasan hutan. Pihaknya memfokuskan beberapa daerah yang ada di Sumsel, seperti Kabupaten Muba, Kabupaten Muaraenim, Kabupaten OKI.
“Pemilihan lokasi memang macam-macam kriterianya. Termasuk, komitmen dari Pemda, lalu luas tutupan hutan. Kalau Muba luas tutupan hutan 1,4 juta hektar, dimana 600 ribu hektar di antaranya tutupan hutannya masih baik. Di daerah-daerah tersebut sebenarnya dalam konteks satwa seperti harimau. Bagaimana menyeimbangkan pembangunan dengan kegiatan ekonomi,” tegasnya saat ditemui usai pertemuan dengan United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU)-Pemerintah Inggris dalam rangka melaksanakan Program SETAPAK di Indonesia untuk membahas permasalahan Tata Kelola Hutan dan Lahan di Sumsel, Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Rabu (21/1).
Menurutnya, dari hasil penelitian pihaknya melalui berbagai instansi menemukan setidaknya ratusan ekor harimau Sumatera yang tersebar di berbagai wilayah.
“Harimau sumatera hanya 400 ekor yang tersisa, dan taman-taman Wisata Dangku misalnya sekitar 7 ekor yang teridentifikasi. Sehingga, ancamannya besar sekali. Nah, bagaimana kemudian program ini bisa bekerja dengan stakeholder disana termasuk perusahaan, BKSDA, LSM untuk bisa menciptakan kawasan yang sebenarnya ramah terhadap satwa,” paparnya.
Sumber:.[rmol]
